Udara Medan Tak Sehat, DPRD Desak Dinkes Tingkatkan Pelayanan dan Siswa Pakai Masker

redaksi
18 Sep 2026 19:39
Medan News 0 1
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Kualitas udara Kota Medan yang masuk kategori “Tidak Sehat” akibat sebaran asap mendapat perhatian DPRD Medan. Wakil Ketua DPRD Medan Hadi Suhendra meminta Pemko Medan segera mengambil langkah konkret, termasuk meningkatkan kesiapan pelayanan kesehatan dan mewajibkan siswa menggunakan masker.

Desakan itu disampaikan Hadi Suhendra menyusul informasi BMKG terkait sebaran asap yang telah mencapai sejumlah wilayah di Sumatera Utara, termasuk Kota Medan.

“BMKG sudah menyampaikan bahwa sebaran asap telah sampai ke Sumatera Utara. Akibatnya, saat ini kualitas udara di Kota Medan masuk dalam kategori ‘Tidak Sehat’. Kita minta Pemko Medan untuk mengambil langkah konkret terkait kondisi ini,” kata Hadi Suhendra kepada wartawan, Jumat (18/9/2026).

Politikus Partai Golkar tersebut menilai kondisi itu perlu segera diantisipasi karena Kota Medan juga tengah menghadapi tingginya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Hadi mengungkapkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Medan, sepanjang Januari hingga Agustus 2026 tercatat 196.547 kasus ISPA. Kondisi udara yang memburuk akibat sebaran asap dikhawatirkan semakin meningkatkan kasus tersebut.

“Apalagi kita juga baru mendapatkan data dari Dinkes Medan bahwa sepanjang Januari – Agustus 2026, jumlah kasus ISPA di Kota Medan mencapai 196.547 kasus.

Bagaimana pula dengan kondisi kualitas udara yang saat ini sedang ‘Tidak Sehat’ akibat sebaran asap, kita khawatir angka ISPA akan melonjak di bulan ini,” ujarnya.

Hadi meminta Dinas Kesehatan Medan melakukan sosialisasi terpadu melalui seluruh puskesmas dengan melibatkan perangkat kewilayahan. Masyarakat, kata dia, perlu mendapat informasi mengenai kondisi udara sekaligus langkah pencegahannya.

“Melalui seluruh puskesmas dan dibantu dengan perangkat kewilayahan, Dinkes Medan harus menyosialisasikan situasi ini kepada masyarakat. Kemudian, sosialisasikan langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan seperti mengurangi aktivitas di luar rumah, penggunaan masker di luar ruangan, hingga menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” jelasnya.

Tak hanya puskesmas, Hadi juga meminta Dinkes memastikan seluruh rumah sakit di Kota Medan, baik milik pemerintah maupun swasta, siap menghadapi kemungkinan meningkatnya masyarakat yang membutuhkan pelayanan akibat gangguan pernapasan.

“Dinkes Medan harus segera meningkatkan pelayanan kesehatan di tengah situasi udara Tidak Sehat seperti saat ini. Pastikan seluruh rumah sakit di Kota Medan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terkena ISPA atau penyakit lainnya yang timbul karena situasi ini. Jangan lagi ada alasan kamar rawat inap penuh dan lain sebagainya,” tegasnya.

Hadi juga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Medan mengeluarkan surat edaran kepada seluruh sekolah agar siswa menggunakan masker selama kondisi kualitas udara masih tidak sehat.

“Disdikbud Medan harus segera mengeluarkan Surat Edaran yang mewajibkan seluruh siswa untuk menggunakan masker. Bila perlu, para siswa dapat diliburkan sementara waktu atau mengikuti proses belajar mengajar dengan sistem daring di tengah situasi kualitas udara ‘Tidak Sehat’ seperti saat ini,” katanya.

Sebelumnya, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Medan dr Shereivia Faradillah menyebut terjadi peningkatan kasus ISPA di Kota Medan pada 2026. Hingga Agustus 2026, jumlah kasus yang tercatat mencapai 196.547 kasus.

“Total dari Januari – Agustus, kasus ISPA di Kota Medan sudah mencapai 196.547 kasus. Data ini sudah termasuk karena penyakit lain seperti peneumonia,” ungkap Shereivia kepada wartawan, Kamis (17/9/2026).

Berdasarkan kelompok usia, kasus ISPA tersebut terdiri dari 42.608 kasus pada balita, 29.695 kasus anak, 27.986 kasus remaja, 65.376 kasus dewasa, dan 30.882 kasus lansia.

Adapun 10 puskesmas dengan penanganan kasus ISPA terbanyak yakni Puskesmas Helvetia, Desa Binjai, Kedai Durian, Simpang Limun, Amplas, PB Selayang II, Titipapan, Tegal Sari, Glugur Darat, dan Medan Johor. (Reza)