Perkuat Masyarakat Peduli Api Humbahas, Inalum dan Bupati Maksimalkan Pencegahan Karhutla

redaksi
16 Mei 2026 09:13
News Sumut 0 9
2 menit membaca

 

HUMBAHAS, kaldera.id – PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) bersama Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan memaksimalkan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mendorong peran aktif masyarakat sebagai garda terdepan.

Komitmen penguatan ini diwujudkan melalui rangkaian sosialisasi, pelatihan teknis, hingga pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang digelar pada belum lama ini di Pendopo Kantor Bupati dan Lapangan Bukit Inspirasi Doloksanggul.

Dalam siaran pers yang diterima, kemarin, program ini berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi, pelatihan teknis, serta simulasi penanganan kebakaran secara langsung. Selain itu, INALUM bersama pemerintah daerah juga membentuk lima kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berasal dari lima desa, sebagai ujung tombak pencegahan karhutla di tingkat lokal.

Sebagai bentuk dukungan konkret, INALUM turut menyerahkan bantuan peralatan pemadaman sederhana kepada masing-masing kelompok MPA, berupa jet shooter, gepyok, garu tajam, serta perlengkapan pendukung seperti sepatu boot, kaos, dan topi.

Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat Masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran. Momentum kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Bumi pada 22 April, yang semakin memperkuat pesan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan secara kolektif.

Kepala Divisi Konservasi dan Penghijauan INALUM, Sunarno A. Rakino, menyampaikan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menekan risiko karhutla secara berkelanjutan.

“Ini momentum untuk memperkuat kesadaran kita bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat merupakan langkah strategis untuk memastikan hutan dan lahan tetap terjaga serta memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ungkapnya.

Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan, menegaskan bahwa pencegahan dini merupakan kunci utama dalam meminimalisir risiko kebakaran. Langkah ini menjadi penting bagi Humbahas karena ancaman karhutla hampir terjadi setiap tahun dan berdampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, hingga aktivitas sosial ekonomi masyarakat.

“Karhutla adalah ancaman nyata yang harus kita hadapi bersama. Pencegahan adalah langkah paling efektif. Saya berharap para peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing,” ujarnya. (reza/red)