Pemain sayap kiri Inggris, Anthony Gordon bakal merepotkan barisan pertahanan Ghana dalam laga kedua penyisihan Grup L Piala Dunia. Foto: reuters
MEDAN, kaldera.id – Persaingan Grup L Piala Dunia 2026 memasuki fase krusial saat Inggris menghadapi Ghana di Stadion Boston, Rabu (24/6/2026). Pada waktu yang sama, Kroasia akan berhadapan dengan Panama di Stadion Toronto dalam laga yang tak kalah menentukan bagi peluang lolos ke babak 32 besar.
Inggris datang dengan modal kemenangan meyakinkan 4-2 atas Kroasia pada pertandingan pembuka. Hasil tersebut menempatkan skuad asuhan Thomas Tuchel di puncak klasemen sementara Grup L bersama Ghana yang juga mengoleksi tiga poin setelah menang tipis 1-0 atas Panama. Pemenang laga Inggris kontra Ghana berpeluang besar mengamankan tiket ke fase gugur lebih awal.
Meski meraih kemenangan atas Kroasia, Tuchel menilai timnya masih memiliki pekerjaan rumah, terutama dalam organisasi pertahanan. Pelatih asal Jerman itu secara terbuka meminta anak asuhnya tampil lebih solid setelah beberapa kali kehilangan konsentrasi dan memberikan ruang kepada Kroasia pada laga pertama. Ia juga menegaskan Ghana memiliki karakter permainan berbeda yang mengandalkan kecepatan dan serangan balik berbahaya.
Kekuatan utama Inggris tetap berada pada kualitas individu para pemainnya. Harry Kane tampil tajam dengan mencetak dua gol saat menghadapi Kroasia, sementara Jude Bellingham kembali menjadi motor permainan dari lini tengah. Dukungan pemain seperti Declan Rice, Anthony Gordon, Marcus Rashford, Bukayo Saka dan Noni Madueke membuat Three Lions memiliki banyak variasi serangan. Kane bahkan datang ke laga ini dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencapai koleksi 10 gol sepanjang penampilannya di Piala Dunia.
Diperkirakan Inggris akan tetap menguasai jalannya pertandingan melalui dominasi penguasaan bola dan tekanan tinggi sejak awal laga. Tuchel kemungkinan mempertahankan pendekatan menyerang yang sukses membuahkan empat gol pada pertandingan pertama, sembari memperbaiki transisi bertahan agar tidak mudah diserang balik.
Namun Ghana bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Tim berjuluk Black Stars menunjukkan kedisiplinan dan efektivitas saat mengalahkan Panama 1-0 pada laga pembuka. Ghana memiliki sejumlah pemain berpengalaman seperti Thomas Partey, Jordan Ayew, Inaki Williams, Mohammed Kudus dan Antoine Semenyo yang mampu menciptakan ancaman melalui transisi cepat. Strategi utama Ghana diperkirakan tetap mengandalkan pertahanan rapat dan serangan balik mematikan untuk mengeksploitasi celah di lini belakang Inggris.
Secara kualitas dan kedalaman skuad, Inggris masih lebih diunggulkan. Namun Ghana memiliki modal kepercayaan diri tinggi dan kemampuan bertahan yang bisa membuat pertandingan berlangsung lebih ketat dibanding yang diperkirakan banyak pihak.
Sementara itu, laga antara Kroasia dan Panama di Stadion Toronto menjadi pertarungan hidup-mati bagi kedua tim. Kroasia berada di dasar klasemen setelah kalah 2-4 dari Inggris, sedangkan Panama juga belum mengoleksi poin usai menyerah 0-1 dari Ghana. Kekalahan akan membuat peluang lolos salah satu tim semakin berat menjelang pertandingan terakhir grup.
Kroasia masih mengandalkan pengalaman dan kualitas para pemain senior seperti Luka Modric, Joško Gvardiol, Mateo Kovacic dan Andrej Kramaric. Tim asuhan Zlatko Dalic diperkirakan tampil lebih agresif karena hanya kemenangan yang dapat menjaga asa mereka menuju babak 32 besar. Penguasaan bola dan kreativitas lini tengah tetap menjadi senjata utama Vatreni.
Di sisi lain, Panama diperkirakan kembali mengandalkan permainan kolektif, disiplin bertahan dan kecepatan dalam melakukan serangan balik. Meski kalah dari Ghana, wakil CONCACAF tersebut memperlihatkan organisasi permainan yang cukup baik dan berpotensi menyulitkan Kroasia jika mampu memanfaatkan setiap peluang yang tercipta.
Melihat materi pemain, pengalaman serta kualitas permainan, Inggris dan Kroasia lebih difavoritkan meraih kemenangan pada laga kedua Grup L. Namun hasil positif yang diraih Ghana pada pertandingan pembuka menjadi peringatan bahwa persaingan di grup ini masih terbuka dan setiap kesalahan dapat berakibat fatal dalam perebutan tiket menuju babak 32 besar Piala Dunia 2026. (Reza)