Di Tengah Pembukaan Rute Baru, Bobby Singgung Mahalnya Avtur Kualanamu

redaksi
1 Agu 2026 22:17
Medan News 0 1
2 menit membaca

 

DELI SERDANG. kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution kembali menyoroti tingginya harga avtur di Bandara Internasional Kualanamu.

Bahkan, menurut Bobby, mahalnya harga bahan bakar pesawat membuat sejumlah maskapai memilih mengisi penuh avtur di bandara lain, termasuk di luar negeri, untuk menekan biaya operasional.

Pernyataan itu disampaikan Bobby saat menghadiri penerbangan perdana Wings Air rute Kualanamu-Mandailing Natal (Madina), Sabtu (1/8/2026).

Menurut Bobby, persoalan harga avtur telah lama menjadi keluhan pelaku industri penerbangan dan berpotensi menghambat pengembangan Bandara Kualanamu sebagai pintu gerbang Indonesia bagian barat.

“Saya dengar ada maskapai yang memilih mengisi bahan bakar di bandara lain karena biaya avtur di Kualanamu masih tinggi. Ini tentu menjadi perhatian bersama,” kata Bobby.

Ia berharap anggota DPR RI asal Sumatera Utara ikut mendorong pembahasan kebijakan yang dapat membuat harga avtur di Kualanamu lebih kompetitif.

Bobby mengatakan isu tersebut bukan hal baru. Menurutnya, persoalan tingginya harga avtur di Kualanamu sudah beberapa kali disampaikannya, baik saat menjabat Wali Kota Medan maupun pada awal masa jabatannya sebagai Gubernur Sumatera Utara.

“Kita berharap persoalan ini bisa kembali dibahas dengan pemerintah pusat karena Kualanamu memiliki posisi strategis sebagai gerbang Indonesia bagian barat,” ujarnya.

Bobby menilai penyesuaian harga avtur akan berdampak langsung terhadap peningkatan aktivitas penerbangan, pembukaan rute-rute baru, serta pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Dalam kesempatan itu, Bobby juga mengapresiasi Lion Group yang membuka penerbangan langsung Kualanamu-Mandailing Natal melalui Wings Air.

Menurutnya, rute baru tersebut akan mempermudah mobilitas masyarakat karena selama ini akses menuju Madina membutuhkan waktu perjalanan yang relatif panjang.

“Dengan adanya penerbangan langsung ini, jarak dan waktu tempuh menjadi lebih singkat. Masyarakat Medan maupun Mandailing Natal akan mendapatkan akses yang lebih cepat dan lebih mudah,” katanya. (Reza)