Impounding Bendungan Lau Simeme Dimulai 19 Agustus, Bupati Asri Minta Sosialisasi Diperkuat

redaksi
10 Agu 2026 20:13
Medan News 0 28
3 menit membaca

 

DELISERDANG, kaldera.id – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mendukung pelaksanaan penggenangan awal (impounding) Bendungan Lau Simeme yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Agustus 2026.

Tahap ini menjadi langkah krusial untuk menguji kesiapan bendungan sebelum dioperasikan secara penuh.

Dukungan tersebut disampaikan Bupati Deli Serdang dr H Asri Ludin Tambunan saat menerima audiensi Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II di Kantor Bupati Deli Serdang, Senin (10/8/2026).

Asri berharap proses impounding berjalan lancar sehingga manfaat bendungan dapat segera dirasakan masyarakat, terutama dalam mendukung ketahanan air, irigasi pertanian, pengendalian banjir, hingga pengembangan kawasan sekitar bendungan.

“Kami mendukung proses penggenangan ini. Harapan kami dalam setahun ke depan bendungan ini sudah mulai memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” kata Asri.

Bupati juga meminta Camat Sibiru-biru dan organisasi perangkat daerah terkait memperkuat sosialisasi kepada masyarakat yang bermukim maupun beraktivitas di sepanjang aliran sungai terdampak.
Menurutnya, informasi terkait proses penggenangan harus tersampaikan dengan baik agar masyarakat dapat mengantisipasi perubahan debit air selama tahapan impounding berlangsung.

“Jangan sampai ada informasi yang tidak sampai ke masyarakat. Camat dan dinas terkait harus aktif melakukan sosialisasi dan melihat kebutuhan warga di lapangan,” ujarnya.

Selain membahas penggenangan Bendungan Lau Simeme, pertemuan tersebut juga menyinggung sejumlah persoalan pengelolaan sumber daya air, termasuk normalisasi sungai dan perbaikan jaringan irigasi di wilayah Deli Serdang.

Sementara itu, Kepala BWS Sumatera II Feriyanto menjelaskan jadwal impounding yang semula direncanakan pada 17 Agustus diundur menjadi 19 Agustus 2026.

Menurutnya, selama proses penggenangan terdapat kemungkinan air tetap mengalir ke hilir, namun dengan debit yang lebih kecil dari kondisi normal. Situasi tersebut diperkirakan berlangsung lebih dari enam jam, tergantung kondisi lapangan saat pelaksanaan.

“Ada kemungkinan air tetap mengalir, tetapi debitnya terbatas. Kondisi ini perlu menjadi perhatian masyarakat yang memanfaatkan aliran sungai, terutama sektor perikanan,” kata Feriyanto.

Ia menjelaskan dampak terbesar diperkirakan akan dirasakan sektor perikanan, khususnya tambak dan kawasan rawa yang bergantung pada pasokan air sungai. Sementara untuk sektor pertanian, ketersediaan air dinilai masih relatif aman karena cadangan air di saluran irigasi tidak langsung berkurang secara signifikan.

Feriyanto menyebut Bendungan Lau Simeme merupakan bendungan pertama di Sumatera Utara yang dibangun dengan fungsi multiguna.

Selain mendukung sistem irigasi, bendungan tersebut juga dirancang untuk pengendalian banjir, konservasi sumber daya air, menjaga keseimbangan lingkungan, serta membuka peluang pengembangan sektor pariwisata.

Untuk kebutuhan pertanian, Bendungan Lau Simeme diharapkan mampu memperkuat suplai air ke jaringan irigasi Percut dan Bandar Sidoras. Sementara dalam aspek pengendalian banjir, bendungan akan berfungsi menahan dan mengatur aliran air yang selama ini berpotensi menyebabkan luapan di sejumlah kawasan hilir.

Dengan dimulainya impounding pada 19 Agustus mendatang, Bendungan Lau Simeme memasuki tahapan penting menuju operasional penuh setelah proses pembangunan yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. (Reza)