Pemkab Deli Serdang Siapkan Jalur Alternatif Atasi Macet Pancur Batu–Sibolangit

redaksi
12 Agu 2026 10:06
Medan News 0 9
3 menit membaca

 

DELISERDANG, kaldera.id – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menyiapkan sejumlah jalur alternatif untuk mengurangi kemacetan di ruas Jalan Jamin Ginting, khususnya di kawasan Pancur Batu–Sibolangit yang selama ini menjadi titik kepadatan kendaraan saat akhir pekan dan hari libur.

Rencana tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan bersama Wakil Bupati Lom Lom Suwondo, Dinas Perhubungan Deli Serdang, perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara, serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah II Sumatera, Selasa (11/8/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Deli Serdang TM Yahya mengatakan ruas Pancur Batu–Sibolangit merupakan jalur utama penghubung Medan-Berastagi dengan volume kendaraan yang terus meningkat. Kondisi tersebut menyebabkan antrean panjang dan perlambatan arus lalu lintas terutama pada Sabtu, Minggu dan hari besar.

Untuk mengurangi beban lalu lintas di jalur utama, Dishub Deli Serdang telah menyiapkan beberapa rute alternatif yang akan digunakan secara situasional melalui rekayasa lalu lintas.

Dari arah Medan menuju Berastagi, kendaraan dapat dialihkan melalui Simpang Kongsi/Hairos, Simpang Sungai Nangka, Simpang Gereja Katolik, Simpang Namo Simpur hingga keluar di Gapura Desa Pertampilen dengan panjang jalur sekitar 4,7 kilometer.

Sementara dari arah Berastagi menuju Medan, kendaraan dapat melintas melalui Jalan Srikandi, Jalan Mesjid dan Jalan Namori sebelum kembali bergabung ke Jalan Jamin Ginting. Jalur tersebut memiliki panjang sekitar 1,2 kilometer.

Selain itu, tersedia alternatif lain melalui Simpang SMA Swasta Deli Murni Sibolangit, Simpang Tiga Kutalimbaru Desa Serugun, Desa Tambunen hingga Simpang Goa Kemang di Jalan Jamin Ginting dengan total panjang sekitar 10 kilometer.

Rute berikutnya melalui Simpang SMA Swasta Deli Murni Sibolangit, Simpang Tiga Kutalimbaru Desa Serugun, Jalur Medan Magnet, Arhanud hingga keluar di Simpang Tuntungan dengan jarak sekitar 39 kilometer dan kondisi jalan dua lajur.

Menurut Yahya, sejumlah jalur alternatif tersebut direncanakan menggunakan sistem satu arah menyesuaikan kondisi lalu lintas dan lebar jalan.

Sebagai persiapan, Dishub telah memasang rambu petunjuk arah dan cermin tikungan di beberapa titik. Sementara pekerjaan pengaspalan dan pemasangan marka jalan masih berlangsung.

“Pada Sabtu, Minggu dan hari besar, personel Dishub bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Polsek dan Koramil akan mengarahkan kendaraan roda empat menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan,” kata Yahya.

Menanggapi paparan tersebut, Bupati Asri Ludin Tambunan meminta jalur alternatif segera diuji coba dan disosialisasikan kepada masyarakat agar dapat digunakan secara efektif saat volume kendaraan meningkat.

Ia juga meminta koordinasi dengan Polrestabes Medan untuk mendukung pelaksanaan uji coba rekayasa lalu lintas menjelang musim libur dan hari besar.

“Koordinasikan dengan Polrestabes agar membantu proses uji coba jalur sebagai langkah antisipasi menghadapi kepadatan lalu lintas pada hari libur dan hari besar,” ujar Asri.

Selain itu, Bupati meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) segera meninjau ruas jalan alternatif yang masih membutuhkan perbaikan agar layak digunakan masyarakat.

Kepala Seksi Lalu Lintas BPTD Wilayah II Sumatera, Tjatur, menyatakan pihaknya siap mendukung rencana tersebut, termasuk memberikan rekomendasi penambahan rambu penunjuk arah dan evaluasi terhadap posisi rambu yang dinilai kurang efektif.

Dukungan serupa disampaikan perwakilan Dinas Perhubungan Sumatera Utara, Menson. Menurutnya, hasil pembahasan akan segera dibawa ke tingkat provinsi untuk ditindaklanjuti, termasuk penempatan personel pengatur lalu lintas pada titik-titik rawan kemacetan.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan di jalur Medan-Berastagi yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan terparah di Sumatera Utara, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. (Reza)