Komisi X DPR RI saat meninjau sekolah SDN 060950 di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Medan Labuhan, Jumat (4/9/2026).
MEDAN, kaldera.id – SDN 060950 di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Medan Labuhan, masih terendam banjir meski proses revitalisasi fasilitas sekolah tersebut hampir rampung. Kondisi itu terungkap saat Komisi X DPR RI meninjau sekolah tersebut, Jumat (4/9/2026).
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengatakan pihaknya melihat langsung salah satu ruangan yang telah direvitalisasi. Namun, persoalan banjir masih terjadi ketika hujan turun.
“Banyak sekali sekolah yang terdampak, salah satunya di SD 060950 Medan ini. Tadi kami sudah melihat salah satu ruangan yang direvitalisasi, dan sampai dengan hari ini ternyata masih banjir,” kata Lalu.
Menurutnya, persoalan genangan perlu menjadi perhatian dalam penanganan fasilitas pendidikan pascabencana. Jangan sampai sekolah yang telah direhabilitasi kembali mengalami persoalan serupa setiap kali hujan turun hingga mengganggu kegiatan belajar mengajar.
“Bisa menjadi diskusi juga agar ke depan jangan sampai setiap hujan sekolah ini banjir dan mengganggu aktivitas belajar mengajar,” ujarnya.
Lalu mengatakan kunjungan kerja Komisi X DPR RI dilakukan untuk melihat langsung perkembangan revitalisasi dan rehabilitasi fasilitas pendidikan yang terdampak bencana di Sumatera Utara.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi X juga berdialog dengan kepala sekolah dan guru untuk mengetahui kebutuhan pendidikan yang masih dihadapi di lapangan. Aspirasi tersebut kemudian menjadi bahan pembahasan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap menegaskan kondisi kebencanaan tidak boleh menghentikan aktivitas pendidikan. Menurutnya, pemulihan fasilitas sekolah harus memperhitungkan risiko bencana agar bangunan pendidikan aman bagi siswa dan guru.
“Kami berprinsip bahwa pendidikan harus tetap menjadi perhatian utama, bahkan dalam situasi kebencanaan sekalipun,” tegas Zakiyuddin.
Ia meminta proses rehabilitasi, rekonstruksi, pembangunan kembali, hingga pengadaan sarana dan prasarana pendidikan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan di lapangan.
“Pembangunan kembali infrastruktur pendidikan harus memperhitungkan risiko bencana secara matang. Sekolah harus menjadi tempat belajar yang benar-benar aman dan tangguh bagi siswa maupun guru,” katanya.
Zakiyuddin berharap kunjungan Komisi X DPR RI dapat memperkuat dukungan terhadap penanganan sarana dan prasarana pendidikan yang terdampak bencana, termasuk dari sisi penganggaran.
Sementara itu, Kepala SDN 060950 Syahputra mengatakan proses revitalisasi fasilitas sekolah melalui aspirasi DPR RI hampir selesai. Berdasarkan laporan terakhir, progres pengerjaan telah mencapai 99 persen.
“ Saat ini pengerjaan revitalisasi di UPT SDN 060950 dilaporkan telah mencapai 99 persen dan hampir rampung sepenuhnya,” ungkap Syahputra. (Reza)