81 Tahun Menunggu, Warga Tandem Hilir II Akhirnya Nikmati Jalan Beraspal

redaksi
4 Sep 2026 08:29
Medan News 0 3
3 menit membaca

 

DELISERDANG, kaldera.id – Penantian panjang warga Dusun Rejo dan Dusun Abadi, Desa Tandem Hilir II, Kecamatan Hamparan Perak, akhirnya berakhir. Setelah puluhan tahun menunggu, jalan yang menjadi akses utama masyarakat dan petani kini telah diaspal.

Jalan tersebut diresmikan Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan, Kamis (3/9/2026).

Warga mengaku pembangunan jalan itu menjadi salah satu perubahan terbesar yang mereka rasakan selama tinggal di kawasan tersebut. Sebab, selama ini kondisi jalan kerap menyulitkan aktivitas warga, terutama petani yang menuju areal persawahan.

“Selama saya masih kecil, sekarang sudah punya anak, baru kali ini jalan diaspal. Anak sekolah pun jalannya sudah enak sekarang,” kata Siti, warga setempat.

Hal senada disampaikan Ari Junaidi. Menurutnya, jalan yang menghubungkan Dusun Abadi dan Dusun Rejo selama ini sulit dilalui, terutama saat musim hujan.

“Terima kasih atas pengaspalan jalan ini. Dulu petani susah ke sawah, sekarang lebih nyaman dan mudah,” ujarnya.

Selain pembangunan jalan, warga juga merasakan manfaat normalisasi sungai yang dilakukan pemerintah. Sahnan, salah seorang warga, mengatakan pengerukan sungai sepanjang sekitar 600 meter membuat aliran air kembali lancar dan mengurangi potensi genangan.

“Terima kasih atas bantuan normalisasi sungai. Air sekarang sudah lancar. Ke depan kami berharap ada pembangunan drainase,” katanya.

Menanggapi aspirasi warga, Asri Ludin menyatakan Pemkab Deli Serdang siap melanjutkan pembangunan infrastruktur, termasuk drainase. Namun, ia meminta masyarakat ikut menjaga hasil pembangunan yang telah dilakukan.

“Saya akan ikut membangun drainase dan jalan, tetapi harus ada komitmen bersama. Kalau drainase dibangun, harus ada gotong royong rutin untuk membersihkannya,” kata Asri.

Ia mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan parit dan badan jalan dari sampah maupun tanaman liar yang dapat merusak infrastruktur.

Menurut Asri, pembangunan jalan tidak akan memberikan manfaat jangka panjang apabila tidak dirawat oleh masyarakat.

“Sebesar apa pun pembangunan kalau tidak dijaga dan dipelihara, umurnya tidak panjang. Ini bukan pekerjaan pemerintah saja, tetapi pekerjaan kita bersama,” ujarnya.

Asri juga mengapresiasi inisiatif warga memasang portal di sejumlah ruas jalan guna membatasi kendaraan bertonase berat yang berpotensi merusak jalan. Namun, ia meminta akses kendaraan pengangkut hasil pertanian tetap diperhatikan.

Bupati menilai keberadaan jalan beraspal akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, mulai dari mempermudah akses anak sekolah, memperlancar mobilitas petani, hingga mendukung aktivitas ekonomi warga.

“Tadi warga menyampaikan sejak Indonesia merdeka bahkan sebelum merdeka, dusun ini belum pernah menikmati jalan beraspal. Karena itu jalan yang sudah dibangun harus dijaga agar manfaatnya bisa dirasakan lebih lama,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Asri Ludin juga menyerahkan bantuan dari Baznas serta kursi roda kepada warga yang membutuhkan. (Reza)