Erfin Fahrurrazi
MEDAN, kaldera.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Medan bergerak lebih cepat mengantisipasi gejolak harga.
Pengendalian inflasi dan deflasi, menurutnya, tidak boleh menunggu sampai harga melonjak dan masyarakat mulai mengeluh.
Pesan tersebut disampaikan Rico melalui sambutan tertulis yang dibacakan Pj Sekda Medan Erfin Fahrurrazi saat membuka Capacity Building TPID Kota Medan di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Kamis (3/9/2026).
“Jangan sampai kita baru bergerak ketika harga sudah naik dan masyarakat sudah mengeluh,” tegas Rico.
Ia meminta TPID menjadikan data dan informasi terkini sebagai dasar dalam membaca pergerakan harga serta menentukan langkah pengendalian. Sebab, inflasi yang terlalu tinggi dapat menekan daya beli masyarakat, sementara deflasi yang berlangsung luas dan terus-menerus dapat menjadi tanda melemahnya permintaan dan aktivitas ekonomi.
Menurut Rico, TPID harus memperkuat empat aspek utama, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi.
Potensi kekurangan pasokan harus dideteksi lebih awal, gangguan distribusi segera dicari penyebabnya, dan perubahan harga harus cepat direspons sebelum berdampak lebih luas kepada masyarakat.
Rico juga meminta data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan digunakan sebagai bahan analisis dalam menyusun kebijakan dan program pengendalian inflasi maupun antisipasi deflasi.
“Jangan kita bekerja sendiri-sendiri karena data harus tersambung, informasi harus cepat, dan ketika ada persoalan di lapangan kita harus tahu siapa yang bisa langsung bergerak,” ujarnya.
Ia menekankan pengendalian harga membutuhkan kerja bersama antara Pemko Medan, pemerintah daerah sekitar, Bank Indonesia, BPS, Perum Bulog, pelaku usaha, Kadin, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Rico berharap capacity building tidak berhenti pada peningkatan pemahaman anggota TPID. Forum tersebut harus menghasilkan langkah konkret untuk membaca risiko, mengantisipasi gejolak harga, dan menjaga daya beli masyarakat.
“Pada akhirnya, yang kita jaga bukan sekadar angka inflasi, tetapi daya beli, ketenangan, dan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan semangat Medan Untuk Semua dan Semua Untuk Medan,” katanya.
Kabag Perekonomian Setda Medan Reza Hanafi mengatakan capacity building digelar untuk meningkatkan kapasitas anggota TPID dalam memahami dinamika inflasi dan deflasi, termasuk faktor yang memengaruhinya serta strategi pengendaliannya.
Kegiatan mengusung tema “Penguatan Sinergi dan Kapasitas Anggota TPID Kota Medan dalam Pengendalian Inflasi dan Antisipasi Deflasi untuk Menjaga Stabilitas Harga dan Daya Beli Masyarakat”.
Sejumlah pemateri hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala BPS Kota Medan Hafsyah Aprillia, Ade Gunawan, dan Tutut Tiana. Kegiatan juga diikuti perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, BPS Kota Medan, akademisi, pimpinan perangkat daerah, serta unsur dunia usaha. (Reza)