Macet Jalan Jamin Ginting Diurai, Bobby Nasution Siapkan Jalur Baru ke Berastagi

redaksi
2 Sep 2026 18:20
Medan News 0 2
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyiapkan jalur alternatif Medan–Berastagi yang akan difokuskan untuk kendaraan wisata guna mengurai kemacetan di Jalan Jamin Ginting sekaligus meningkatkan keselamatan lalu lintas.

Jalur alternatif tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada 2027 dan rampung secara bertahap pada 2028 hingga 2029.

Rencana itu disampaikan Bobby Nasution saat menerima audiensi Ikatan Cendekiawan Karo (ICK) di Mikie Holiday Resort and Hotel, Kabupaten Karo, Rabu (2/9/2026).

Menurut Bobby, Pemprov Sumut tetap mendorong pembangunan Jalan Tol Medan–Berastagi agar masuk dalam blueprint pembangunan nasional.

Namun karena proses pembangunan tol membutuhkan waktu panjang, pemerintah memilih melakukan intervensi terhadap sejumlah ruas jalan yang sudah ada di wilayah Deli Serdang dan Karo.

“Target maksimal pengerjaan intervensi fisik ini mulai berjalan pada 2027 hingga selesai pada 2028-2029. Jalur alternatif ini difokuskan untuk kendaraan wisata atau roda enam ke bawah,” kata Bobby.

Ia menjelaskan kendaraan logistik tetap diarahkan melintasi jalur utama Jalan Jamin Ginting yang selama ini menjadi akses utama Medan–Berastagi.

Selain penataan jalan, Bobby juga menyiapkan pembenahan kawasan wisata di Kabupaten Karo, khususnya Taman Hutan Raya (Tahura) Berastagi dan kawasan Tugu Perjuangan Berastagi.

Menurutnya, Pemprov Sumut tidak akan membangun fasilitas komersial berskala besar seperti pusat perbelanjaan maupun hotel, melainkan fokus pada pembangunan infrastruktur dasar yang dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan.

Pembenahan tersebut meliputi penerangan jalan, drainase, jalur pedestrian, hingga ruang publik.

“Kami ingin intervensi kawasan ini memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal, seperti yang dilakukan saat meremajakan kawasan Kota Lama Medan,” ujarnya.

Bobby mengatakan program tersebut telah masuk dalam dokumen RPJMD Sumut sebagai bagian dari pengembangan kawasan wisata pegunungan yang mencakup Kabupaten Karo, Dairi dan Pakpak Bharat.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya Sumut Chandra Dalimunthe memaparkan sejumlah ruas jalan yang akan ditingkatkan untuk mendukung jalur alternatif Medan–Berastagi.
Salah satunya melalui pelebaran ruas Medan–Namorambe–Sembahe.

Dari kawasan Hairos atau Simpang Poci di Jalan Jamin Ginting, kendaraan wisata nantinya diarahkan menuju jalur alternatif yang akan diperlebar dari sekitar empat meter menjadi enam hingga delapan meter.

Ruas sepanjang 18 kilometer itu direncanakan berubah status menjadi jalan provinsi guna mempercepat proses pengembangan.

Selain itu, Pemprov Sumut juga merancang pembangunan overpass dan sudetan di kawasan Sembahe.

Infrastruktur tersebut mencakup pembangunan jalan baru sepanjang 330 meter dan overpass sepanjang 82 meter menuju kawasan Tandu Benua.

Pemerintah juga menyiapkan pembangunan rest area di kawasan Suka Nalu pada jalur menuju SMK Negeri Murni serta trase jalan baru sepanjang 3,8 kilometer dari Sibiru-biru menuju kawasan Pertamina atau Simpang Ketaren.

Secara keseluruhan, panjang jalan yang akan diintervensi untuk mendukung jalur alternatif Medan–Berastagi mencapai sekitar 28 kilometer.

Perwakilan Ikatan Cendekiawan Karo, Sukarya Sinulingga, menyambut baik rencana tersebut.

Menurutnya, jalur alternatif itu berpotensi mengurangi kemacetan di sejumlah titik yang selama ini menjadi hambatan mobilitas masyarakat dan distribusi barang dari Karo ke Medan.

“Kami sangat gembira dengan kabar ini dan akan terus mendukung pembangunan tersebut,” katanya. (Reza)