Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution
KARO, kaldera.id – Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung Armen Putra mengatakan aktivitas Gunung Sinabung masih menunjukkan peningkatan.
Berdasarkan data pemantauan selama Agustus 2026, tercatat 141 gempa vulkanik yang mengindikasikan pergerakan magma menuju permukaan.
Menurut Armen, erupsi yang terjadi pada 31 Agustus 2026 menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 3.500 meter dari puncak dan berlangsung lebih dari satu jam.
PVMBG telah menaikkan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada 31 Agustus 2026 pukul 12.30 WIB.
Dengan status tersebut, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak serta sektor timur dan tenggara sejauh enam kilometer yang berpotensi terdampak awan panas dan guguran material vulkanik.
Armen mengatakan Desa Kuta Tengah menjadi wilayah yang paling berisiko karena akses keluar masuk desa masih berada dekat zona bahaya.
“Ketika terjadi erupsi besar, Desa Kuta Tengah memiliki risiko lebih tinggi dibanding desa lain karena jalur evakuasinya terbatas,” katanya, Selasa (1/9/2026).
Sementara itu, Bupati Karo Antonius Ginting mengatakan Pemkab Karo telah menyiapkan evakuasi bagi 140 kepala keluarga atau 684 jiwa dari Desa Kuta Tengah.
Hingga Selasa siang, sebanyak 280 warga telah mengungsi ke Desa Suka Tepu. Posko utama penanganan erupsi berada di Koramil Simpang Empat.
Pemkab Karo juga telah menyiapkan 763 personel gabungan, armada evakuasi, tenda pengungsian, ambulans, mobil tangki air, toilet portabel serta membagikan 200 ribu masker kepada masyarakat terdampak abu vulkanik.
Selain itu, sejumlah sekolah di kawasan radius enam kilometer dari puncak Sinabung diliburkan sementara sebagai langkah antisipasi terhadap peningkatan aktivitas gunung api tersebut. (Reza)