Bendungan Lau Simeme Mulai Diisi Air, Deli Serdang dan Medan Dapat Tameng Baru Pengendali Banjir

redaksi
18 Sep 2026 10:38
Medan News 0 6
3 menit membaca

 

DELI SERDANG, kaldera.id – Pengisian awal air (initial impounding) Bendungan Lau Simeme di Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, resmi dimulai, Kamis (17/9/2026). Tahapan ini menjadi penanda bahwa bendungan senilai Rp1,7 triliun tersebut memasuki fase akhir sebelum beroperasi penuh untuk mengendalikan banjir dan memasok kebutuhan air baku di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.

Prosesi pengisian awal ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sumber Daya Air Sumatera Utara Gibson Panjaitan, Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo, dan perwakilan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum.

Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo menyebut dimulainya initial impounding menjadi tonggak penting setelah proses panjang pembangunan bendungan yang dimulai dari perencanaan, pembebasan lahan hingga konstruksi.

“Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Bendungan Lau Simeme memiliki peran strategis, tidak hanya untuk pengendalian banjir dan penyediaan air baku, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat di kawasan sekitarnya,” kata Lom Lom.

Dalam sambutan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution yang dibacakan Gibson Panjaitan, Bendungan Lau Simeme disebut sebagai salah satu proyek strategis yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Sumatera Utara, terutama Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.

Selain memperkuat sistem pengendalian banjir, bendungan tersebut juga diharapkan menjadi solusi atas meningkatnya kebutuhan air baku di kawasan perkotaan dan wilayah penyangga.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Wilayah I Direktorat Bendungan dan Danau Ditjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum Asmelita menegaskan proses pengisian awal dilakukan secara bertahap dan mengedepankan aspek keselamatan bendungan.

“Pengisian awal harus dilakukan secara bertahap, terukur, dan mengutamakan keselamatan bendungan,” ujarnya saat membacakan sambutan Direktur Jenderal Sumber Daya Air.

Kepala Bidang Pelaksanaan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan Marwansyah menjelaskan Bendungan Lau Simeme mulai dibangun pada 2018 dengan anggaran sekitar Rp1,7 triliun.

Bendungan tersebut memiliki tinggi 73,5 meter, panjang puncak 205 meter, kapasitas tampung 25,17 juta meter kubik, dan luas genangan mencapai 125,87 hektare.

Dari sisi manfaat, Bendungan Lau Simeme mampu mereduksi banjir Sungai Deli hingga 117 meter kubik per detik melalui sistem Kanal Deli-Percut. Infrastruktur ini juga akan menyediakan air baku sebesar 2,85 meter kubik per detik, terdiri dari 1,3 meter kubik per detik untuk Kota Medan dan 1,5 meter kubik per detik untuk Kabupaten Deli Serdang.

Selain itu, bendungan tersebut dirancang untuk mendukung pembangkit listrik berkapasitas 1 megawatt serta mengairi Daerah Irigasi Bandar Sidoras seluas sekitar 3.000 hektare.

Pelaksanaan initial impounding sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 19 Agustus 2026. Namun proses itu ditunda menyusul terjadinya gempa bumi guna memastikan keamanan konstruksi bendungan melalui pemeriksaan menyeluruh.

Setelah hasil evaluasi menyatakan tidak ada dampak terhadap struktur bendungan, proses pengisian awal akhirnya dapat dilaksanakan. Sejumlah pekerjaan lanjutan masih akan dilakukan, termasuk penutupan terowongan pengelak (plugging), pemasangan pipa penstock, serta pembangunan rumah katup pada area outlet.

Keberadaan Bendungan Lau Simeme diharapkan menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam pengendalian banjir, penyediaan air baku, penguatan ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Deli Serdang dan Kota Medan. (Reza)