Petani Terdampak Banjir Kekurangan Pupuk, Pemkab Deli Serdang Turun Tangan

redaksi
23 Sep 2026 08:06
Medan News 0 6
2 menit membaca

 

DELI SERDANG, kaldera.id – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang bersama PT Pupuk Indonesia menemukan sejumlah persoalan dalam penyaluran pupuk bersubsidi, mulai dari petani yang belum terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) hingga kebutuhan pupuk tambahan akibat lahan pertanian terdampak banjir.

Temuan itu terungkap saat monitoring dan evaluasi pupuk bersubsidi yang dipimpin Staf Ahli Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Deli Serdang, Misran Sihaloho, bersama PT Pupuk Indonesia di Gapoktan Jaya Bersama, Desa Paluh Manan, dan Gapoktan Sinar Tani, Desa Kota Rantang, Kecamatan Hamparan Perak, Selasa (22/9/2026).

Misran mengatakan pengecekan langsung dilakukan untuk memastikan alokasi dan penyaluran pupuk subsidi berjalan sesuai kebutuhan petani di lapangan.

Di Gapoktan Jaya Bersama, alokasi pupuk per tahun mencapai 161 ton urea dan 146 ton NPK. Hingga September 2026, realisasi penyaluran tercatat 60 ton urea dan 65 ton NPK. Pupuk disalurkan dengan harga Rp90.000 per goni untuk urea dan Rp92.000 per goni untuk NPK.

Dalam kunjungan tersebut, tim menemukan petani baru yang belum dapat menebus pupuk bersubsidi karena namanya belum masuk dalam RDKK. Dinas Pertanian Deli Serdang akan melakukan pendataan dan pembaruan usulan agar petani tersebut dapat memperoleh haknya.

Sementara itu, di Gapoktan Sinar Tani, alokasi pupuk tercatat 133 ton urea dan 101 ton NPK per tahun. Realisasi penyaluran mencapai 51 ton urea dan 40 ton NPK.

Tim monitoring juga menemukan sejumlah lahan pertanian terdampak banjir hingga tanaman rusak dan harus ditanam ulang. Kondisi itu menyebabkan kebutuhan pupuk meningkat karena alokasi yang sebelumnya disiapkan untuk dua musim tanam telah digunakan.

“Setelah dilakukan monitoring langsung ini, kami berharap para distributor dapat memaksimalkan penyaluran pupuk subsidi kepada para petani,” kata Misran.

Temuan terkait kebutuhan pupuk tambahan akibat banjir akan ditindaklanjuti organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mencari solusi bagi petani terdampak.

Account Executive Wilayah Sumatera Utara I PT Pupuk Indonesia, Ahmad Dalfin, mengatakan monitoring bersama pemerintah daerah penting untuk memastikan ketersediaan pupuk di tingkat kelompok tani.

Menurutnya, pendataan realisasi penyaluran dan penggunaan pupuk selama satu tahun menjadi dasar untuk menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi guna mendukung produktivitas pertanian di Deli Serdang. (Reza)