Bank Sumut Raih Penghargaan OJK, Teraktif Edukasi Keuangan ke Sekolah

redaksi
23 Sep 2026 19:21
Medan News 0 1
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – PT Bank Sumut menerima penghargaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara sebagai Bank Teraktif dalam Pelaksanaan Program Bank Goes to School atas kontribusinya memperluas literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar.

Penghargaan tersebut diserahkan Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Triyoga Laksito, kepada Direktur Utama Bank Sumut, Heru Mardiansyah, dalam kegiatan OJK Sumatera Utara bersama media partner di Medan, Selasa (22/9/2026).

Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Bank Sumut untuk terus memperkuat literasi keuangan sejak usia dini.

Menurutnya, literasi keuangan tidak hanya sebatas mengenalkan produk perbankan, tetapi juga membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak di tengah perkembangan layanan keuangan digital.

“Kami ingin pelajar tidak hanya mengenal perbankan, tetapi juga memahami pentingnya menabung, mengelola uang, serta memanfaatkan layanan keuangan digital secara bertanggung jawab,” ujar Heru.

Berdasarkan data Bank Sumut, sepanjang periode Agustus 2025 hingga Agustus 2026, perseroan telah melaksanakan 162 kegiatan literasi keuangan melalui kerja sama dengan 143 sekolah dan dukungan 68 unit kantor.

Program tersebut menjangkau 208 satuan pendidikan yang terdiri dari 77 sekolah dasar, 71 SMP, 51 SMA/SMK, serta sembilan taman kanak-kanak atau sederajat.

Heru menegaskan program literasi keuangan akan terus diperluas melalui sinergi dengan OJK, pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ia menilai peningkatan literasi keuangan merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk masyarakat yang lebih cakap dalam mengambil keputusan keuangan.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara Triyoga Laksito mengatakan penghargaan Bank Goes to School merupakan bagian dari penilaian OJK terhadap pelaksanaan program literasi keuangan sepanjang 2025.

Pada kategori tersebut, Bank Sumut terpilih di antara sejumlah nominasi yang juga diikuti Bank BJB dan Bank DKI.

Menurut Triyoga, literasi keuangan merupakan mandat penting bagi seluruh pelaku industri jasa keuangan seiring semakin luasnya akses masyarakat terhadap berbagai produk dan layanan keuangan.

“Lembaga jasa keuangan tidak hanya memberikan layanan kepada masyarakat, tetapi juga memiliki kewajiban menjalankan program literasi dan edukasi agar produk keuangan dipahami serta dimanfaatkan secara tepat,” katanya.

Triyoga mengungkapkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan tingkat literasi keuangan masyarakat Sumatera Utara mencapai 71,57 persen atau berada di atas rata-rata nasional yang sebesar 69,57 persen.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berkelanjutan antara OJK dan industri jasa keuangan dalam memperluas edukasi keuangan kepada masyarakat.

“OJK akan terus memantau perkembangan indeks literasi dan inklusi keuangan sebagai indikator efektivitas berbagai program literasi yang dijalankan di daerah,” ujar Triyoga. (Reza)