Rico Waas saat meninjau langsung progres pembangunan Puskesmas Tuntungan, Kamis (24/9/2026).
MEDAN, kaldera.id — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberi perhatian khusus terhadap pembangunan Puskesmas Tuntungan di Jalan Bunga Melati, Kelurahan Kemenangan Tani. Rico menegaskan proyek tersebut harus rampung tepat waktu dan diikuti peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Rico saat meninjau langsung progres pembangunan Puskesmas Tuntungan, Kamis (24/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan Pemko Medan.
Setibanya di lokasi, Rico menerima paparan dari Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcikataru) Kota Medan Jhon Ester Lase serta penanggung jawab proyek terkait perkembangan pekerjaan. Turut mendampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Surya Syahputra.
Di hadapan pelaksana proyek, Rico mengingatkan agar tidak ada keterlambatan pekerjaan, terutama pada tahapan awal pembangunan.
“Harus tepat waktu. Pengerjaan awal pondasi dalam tiga minggu harus selesai,” tegas Rico.
Menurut Rico, keberhasilan pembangunan fasilitas kesehatan tidak cukup hanya diukur dari berdirinya gedung baru. Yang lebih penting adalah dampaknya terhadap kualitas layanan yang diterima masyarakat.
“Pelayanan puskesmas harus lebih bagus. Jangan sudah dibangun, tetapi pelayanan tidak meningkat,” katanya.
Rico menilai pembangunan dan revitalisasi fasilitas kesehatan merupakan bagian dari komitmen Pemko Medan untuk memperkuat pelayanan publik di sektor kesehatan. Karena itu, pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan medis yang cepat, profesional dan mudah diakses masyarakat.
Puskesmas Tuntungan menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang masuk dalam program pembangunan kembali tiga puskesmas serta revitalisasi 28 fasilitas kesehatan di Kota Medan.
Melalui program tersebut, Pemko Medan menargetkan tidak hanya menghadirkan bangunan yang lebih representatif, tetapi juga meningkatkan kenyamanan, kapasitas layanan dan akses kesehatan bagi warga.
Karena itu, Rico meminta seluruh pihak yang terlibat menjaga kualitas pekerjaan sejak tahap awal hingga selesai. Baginya, pembangunan gedung hanyalah bagian dari proses, sedangkan tujuan akhirnya adalah menghadirkan pelayanan kesehatan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkimcikataru Kota Medan Jhon Ester Lase menjelaskan Puskesmas Tuntungan dibangun dua lantai untuk mengatasi keterbatasan lahan sekaligus menambah kapasitas pelayanan.
“Rencana kita bangun dua lantai karena lahannya terbatas, jadi kita tingkatkan agar kapasitas ruangan bertambah. Kita targetkan minggu ketiga Desember sudah selesai. Bagaimanapun kondisinya, walau cuaca hujan nanti, kita tetap totalitas agar akhir tahun bisa kita selesaikan demi pelayanan masyarakat,” ujar Jhon.
Menurut Jhon, gedung baru tersebut akan dilengkapi sekitar 30 ruangan multifungsi, mulai dari ruang rawat inap, Unit Gawat Darurat (UGD), poliklinik, laboratorium hingga ruang farmasi.
Ia menjelaskan, Puskesmas Tuntungan merupakan satu dari tiga puskesmas yang dibangun dari nol oleh Pemko Medan, selain Puskesmas Rengas Pulau di Marelan dan Puskesmas Glugur Darat di Medan Timur.
Jhon mengakui pembangunan Puskesmas Tuntungan sempat mengalami keterlambatan akibat proses tender ulang. Namun saat ini pekerjaan terus dipercepat agar target penyelesaian akhir tahun dapat tercapai.
“Puskesmas Tuntungan ini memang prosesnya agak lambat dibanding Rengas Pulau dan Glugur Darat karena kemarin sempat ada proses tender ulang. Namun saat ini pengerjaan terus dikejar. Kami optimis dan berkomitmen proyek ini wajib selesai tepat waktu di akhir tahun demi menjamin kenyamanan dan akses pelayanan kesehatan warga,” pungkasnya. (Reza)