Gubernur BI Destry Damayanti Jajal Langsung QRESTO di Booth Pemkot Medan pada FEKDI 2026

redaksi
25 Sep 2026 11:32
Medan News 0 4
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id — Inovasi digital milik Pemerintah Kota (Pemkot) Medan kembali mencuri perhatian di tingkat nasional. Dalam ajang Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2026, Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti bahkan mencoba langsung sistem pembayaran QRESTO (Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization) yang dipamerkan di booth Pemkot Medan.

Momen tersebut terjadi saat Destry mengunjungi booth Pemkot Medan dalam kegiatan FEKDI 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, 24-26 September 2026.

Pemkot Medan menjadi salah satu daerah yang mendapat kesempatan menampilkan inovasi digitalisasi transaksi pemerintah daerah dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang diselenggarakan Bank Indonesia.

Delegasi Pemkot Medan dipimpin Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Medan Erfin Fachrurrazi. Turut mendampingi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan M. Agha Novrian, perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara dan Bank Sumut.

Pada kesempatan tersebut, Pemkot Medan tampil dalam Showcase Katalis P2DD, sebuah ruang yang disiapkan untuk menampilkan praktik terbaik dan inovasi daerah dalam memperluas digitalisasi transaksi pemerintah daerah.

Saat mengunjungi booth Pemkot Medan, Destry tidak hanya mendengarkan pemaparan mengenai transformasi digital yang dilakukan Kota Medan, tetapi juga mencoba langsung sistem pembayaran QRESTO yang menjadi salah satu inovasi unggulan Pemkot Medan dalam optimalisasi penerimaan pajak daerah.

QRESTO merupakan sistem pembayaran berbasis QRIS yang dirancang untuk mendukung optimalisasi pemungutan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor makanan dan minuman melalui mekanisme split payment atau pemisahan pembayaran secara otomatis.

Melalui sistem tersebut, nilai transaksi yang menjadi hak pelaku usaha langsung masuk ke rekening usaha, sementara komponen pajak daerah secara otomatis disalurkan ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

Skema ini dinilai mampu memperkuat transparansi, akurasi pencatatan serta efektivitas pemungutan pajak daerah karena seluruh transaksi tercatat secara digital dan terintegrasi.

Pengalaman langsung Gubernur BI menggunakan QRESTO menjadi salah satu perhatian pengunjung FEKDI 2026. Melalui simulasi transaksi yang ditampilkan di booth, pengunjung dapat melihat bagaimana sistem tersebut bekerja dalam transaksi usaha makanan dan minuman.

Keikutsertaan Pemkot Medan dalam Showcase Katalis P2DD juga menjadi ajang berbagi pengalaman mengenai implementasi digitalisasi transaksi daerah kepada pemerintah daerah lain, kementerian dan lembaga, pelaku usaha hingga masyarakat.

Berdasarkan materi Showcase Katalis P2DD FEKDI 2026, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan eksposur praktik terbaik digitalisasi daerah sekaligus menjadi ruang pembelajaran dan kolaborasi antarwilayah.

Pemkot Medan menjadi satu dari lima pemerintah daerah yang terpilih mengikuti showcase tersebut bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Kotawaringin Timur, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kota Palu.

Partisipasi Kota Medan dalam FEKDI 2026 semakin memperkuat posisi daerah ini sebagai salah satu pelopor digitalisasi transaksi daerah di Indonesia, terutama melalui inovasi QRESTO yang dirancang untuk meningkatkan transparansi sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). (Reza)