Rico Waas Bidik 3 Hektare Lahan RPH Medan, Jadi Sumber Pendapatan Baru

redaksi
3 Nov 2026 17:40
Medan News 0 4
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta PUD Rumah Potong Hewan (RPH) Medan segera mengoptimalkan lebih dari 3 hektare lahan yang selama ini belum produktif. Aset tersebut didorong menjadi sumber pendapatan baru melalui kerja sama dengan investor, mulai dari pembangunan cold storage, meat shop, hingga usaha peternakan unggas.

Arahan itu disampaikan Rico saat memimpin ekspos Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2027 sekaligus monitoring dan evaluasi (monev) program kerja 2026 PUD RPH Medan di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Medan, Selasa (3/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Rico didampingi Pj Sekda Medan Erfin Fachrurrazi dan Asisten Administrasi Umum Laksamana Putra Siregar. Hadir pula Direktur Utama PUD RPH Medan Irwansyah Gultom, Direktur Utama PUD Pasar Medan Anggia Ramadhan, Kabag Perekonomian M. Reza Hanafi, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah.

Rico mengungkapkan, dari total lahan RPH seluas sekitar 5,2 hektare, baru 1,3 hektare yang dimanfaatkan secara efektif. Sementara lebih dari 3 hektare lainnya masih menganggur dan belum memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan.



Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan. RPH harus mulai mengembangkan usaha turunan dari bisnis pemotongan hewan agar aset yang dimiliki menghasilkan nilai ekonomi.

Sejumlah peluang yang ditawarkan antara lain pergudangan, pembangunan cold storage, peternakan unggas, hingga pengolahan produk turunan daging seperti kornet dan pemanfaatan tulang.

“Yang kami perintahkan sekarang adalah cari investor. Lihat turunan-turunan dari bisnis tadi. Bisnis daging, bisnis unggas. Satu tidak mau, yang lain coba,” kata Rico.

Ia menilai peluang pasar di Kota Medan cukup besar, terutama untuk kebutuhan daging dan produk peternakan. Salah satu potensi yang disorot adalah kebutuhan pangan bagi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui 255 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Medan.

Dengan asumsi kebutuhan dua butir telur per anak setiap minggu dan jumlah penerima manfaat sekitar 700.000 anak, Rico memperkirakan kebutuhan telur dapat mencapai 5,6 juta butir setiap bulan. Potensi tersebut dinilai bisa menjadi peluang bagi RPH untuk mengembangkan usaha peternakan unggas maupun perdagangan hasil ternak.

Rico juga meminta RPH tidak hanya memikirkan produksi, tetapi menyiapkan jalur pemasaran. Jaringan BUMD, PUD Pasar, gerai ritel, dan SPPG dapat dijajaki sebagai bagian dari rantai distribusi produk yang dihasilkan melalui kerja sama dengan investor.

Sementara itu, Direktur Utama PUD RPH Medan Irwansyah Gultom menyampaikan pihaknya telah menjajaki kerja sama dengan seorang importir daging untuk pembangunan cold storage dan meat shop. Pertemuan lanjutan dengan calon investor dijadwalkan berlangsung Selasa (3/11/2026) sore guna membahas skema kerja sama dan kebutuhan lokasi usaha.

Menanggapi rencana tersebut, Rico meminta manajemen RPH segera memetakan dan membagi persil lahan agar sebagian aset dapat dimanfaatkan melalui kerja sama dengan pihak swasta.

Ia juga meminta Bagian Hukum mengkaji aspek legalitas kerja sama, termasuk mekanisme penyewaan lahan dan kemungkinan pembagian keuntungan dari kegiatan usaha. Penentuan nilai sewa harus melibatkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) agar sesuai ketentuan.

“Yang penting ini bisa tersewakan dulu. Urusan nanti mau kerja samanya, itulah saya minta Kabag Hukum mengeksaminasi ini. Jadi pastikan ini bisa disewakan,” ujarnya.

Rico menegaskan, ekspansi usaha harus berjalan beriringan dengan pembenahan internal perusahaan. Optimalisasi aset yang selama ini tidak produktif diharapkan dapat meningkatkan pendapatan, memperbaiki arus keuangan, sekaligus memperkuat kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya.

“Kalau lahan idle, sayang tidak menjadikan produktif. Produktifkan, uangnya masuk, sehat perusahaan,” tegasnya. (Reza)