Dispora Jadi BLUD, Aset Rp3,1 Triliun Sumber PAD

redaksi
3 Nov 2026 17:45
News Sumut 0 2
2 menit membaca

 

LANGKAT, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengandalkan dua inovasi untuk memperkuat kemandirian keuangan dan efisiensi pelayanan publik dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026. Dua inovasi tersebut menyasar pengelolaan aset olahraga Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora) Sumut melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) serta penghematan belanja obat di RS Haji Medan.

Dalam presentasi kepala daerah sebagai finalis IGA 2026 secara daring dari Kabupaten Langkat, Selasa (3/11/2026), Bobby memaparkan rencana mengoptimalkan aset Dispora senilai Rp3,1 triliun yang sebagian besar merupakan hasil penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.

Selama ini, Pemprov Sumut harus mengalokasikan sekitar Rp15 miliar setiap tahun untuk biaya operasional dan pemeliharaan aset olahraga tersebut. Melalui skema BLUD, pengelolaan aset ditargetkan mampu membiayai kebutuhan sendiri paling lambat pada 2029.

“Setiap tahunnya kami mengeluarkan anggaran sekitar Rp15 miliar untuk maintenance dan operasional aset olahraga kami. Lewat BLUD, target kami 2029 Dispora sudah mandiri untuk pengelolaan aset-aset ini,” kata Bobby.



Skema tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap anggaran pemerintah daerah, tetapi juga mendorong aset olahraga peninggalan PON 2024 menjadi sumber pendapatan yang dapat menopang operasional dan pemeliharaannya.

Inovasi kedua menyasar RS Haji Medan melalui efisiensi pengadaan dan penggunaan obat-obatan. Bobby menilai pengelolaan persediaan obat perlu diperketat agar anggaran rumah sakit tidak terbuang akibat penumpukan stok hingga melewati masa kedaluwarsa.

Menurutnya, kebijakan pembelian obat harus didasarkan pada kebutuhan riil pasien sehingga penggunaan anggaran lebih tepat sasaran tanpa mengurangi mutu pelayanan kesehatan.

“Kami memperketat kebijakan pembelian obat-obatan, mendata secara detail obat-obatan apa yang paling banyak dibutuhkan masyarakat, membuat kebijakan pemberian obat seefisien mungkin tanpa mengurangi kualitas pelayanan,” ujarnya.

Dua inovasi tersebut menjadi materi yang dipaparkan Bobby di hadapan tim penilai IGA 2026. Salah satu tim penilai, Prof. Diah Natalisa, mengapresiasi masuknya Sumut sebagai finalis penghargaan inovasi pemerintahan tersebut.

“Bangga sekali Sumatera Utara bisa masuk nominasi, menjadi finalis IGA 2026,” kata Diah sebelum menyampaikan dua pertanyaan terkait inovasi yang dipresentasikan Bobby.

Dalam ajang IGA 2026, Sumut akan bersaing dengan sembilan daerah lainnya untuk memperebutkan penghargaan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Raden Gani Muhammad, para gubernur, bupati, dan wali kota yang masuk nominasi, serta tim penilai dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ombudsman, Kementerian Dalam Negeri, dan kalangan akademisi. (Reza)