Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengalokasikan anggaran Rp14,5 miliar untuk memperkuat tanggul Sungai Wampu di Desa Stungkit, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat.
LANGKAT, kaldera.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengalokasikan anggaran Rp14,5 miliar untuk memperkuat tanggul Sungai Wampu di Desa Stungkit, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat. Pembangunan ini merupakan tindak lanjut usulan Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti kepada Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution untuk mengantisipasi banjir yang mengancam sekitar 1.000 kepala keluarga (KK) dan 160 hektare lahan perkebunan.
Tiorita bersama Bobby meninjau langsung lokasi pembangunan tanggul tersebut, Selasa (3/11/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana sekaligus mempercepat rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Perkuatan tanggul direncanakan sepanjang 204 meter dengan konstruksi sheet pile baja. Pekerjaan difokuskan pada bagian belokan sungai yang rawan rusak akibat derasnya arus air. Pembangunan ditargetkan rampung paling lambat 25 Desember 2026.
Tiorita menyampaikan apresiasi atas respons Pemprov Sumut terhadap usulan Pemkab Langkat. Menurutnya, dukungan pemerintah provinsi sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap keselamatan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia berharap pembangunan tanggul dapat diselesaikan sesuai target sehingga permukiman, lahan perkebunan, dan aktivitas ekonomi warga terlindungi dari ancaman luapan Sungai Wampu.
Sementara itu, Bobby Nasution mengapresiasi kekompakan masyarakat Desa Stungkit yang turut mendukung pembangunan tanggul. Ia juga mengakui usulan dan perhatian Plt Bupati Langkat menjadi bagian dari upaya mendorong realisasi pembangunan tersebut.
Bobby memastikan pekerjaan akan terus dikawal hingga selesai, terutama pada bagian belokan sungai yang membutuhkan penguatan konstruksi untuk menahan tekanan arus air.
Selain persoalan tanggul, warga turut menyampaikan usulan pembangunan jembatan penghubung untuk mempermudah akses dan mobilitas masyarakat. Menanggapi aspirasi itu, Bobby menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat karena pembangunan jembatan dengan bentang sungai yang cukup lebar membutuhkan kajian teknis lebih lanjut.
Masyarakat juga menyampaikan keresahan terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Desa Stungkit. Bobby menyatakan akan berkoordinasi dengan Polda Sumatera Utara agar persoalan tersebut mendapat perhatian dan penanganan sesuai kewenangan.
Perhatian pemerintah terhadap kondisi tanggul yang telah lama rusak mendapat sambutan warga. Perwakilan masyarakat, Supian (63) dan Sunarti (51), menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sumut dan Plt Bupati Langkat atas realisasi pembangunan tersebut.
Sunarti mengungkapkan, tanggul di desa mereka sudah sekitar 18 tahun tidak mendapatkan perbaikan.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Ibu Plt. Bupati atas perhatian dan bantuan perbaikan tanggul di desa kami. Sudah 18 tahun tanggul ini tidak diperbaiki. Alhamdulillah, sekarang akhirnya bisa dibangun. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih,” ungkap Sunarti.
Pemkab Langkat berharap pembangunan tanggul senilai Rp14,5 miliar tersebut dapat selesai sesuai jadwal sehingga risiko banjir berkurang dan masyarakat Desa Stungkit serta kawasan sekitarnya mendapat perlindungan lebih baik. (Reza)