Jepang dan Spanyol Diburu Kemenangan, Tunisia – Arab Saudi Siap Bikin Kejutan

redaksi
20 Jun 2026 15:29
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Persaingan fase grup Piala Dunia 2026 semakin memanas saat Jepang menghadapi Tunisia pada laga kedua Grup F di Stadion Monterrey, Guadalupe, dan Spanyol bertemu Arab Saudi pada pertandingan Grup H di Stadion Atlanta, Minggu (21/6/2026). Empat tim tersebut mengusung misi berbeda, tetapi sama-sama memburu hasil positif untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Jepang berada dalam posisi lebih menguntungkan setelah meraih hasil imbang 2-2 melawan Belanda pada laga pembuka. Tim Samurai Biru bahkan sempat menunjukkan karakter kuat dengan bangkit menghadapi salah satu unggulan Grup F. Tambahan tiga poin atas Tunisia akan membawa Jepang semakin dekat ke babak berikutnya.

Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, diperkirakan tetap mengandalkan permainan cepat dan disiplin organisasi tim yang menjadi kekuatan utama mereka selama beberapa tahun terakhir. Jepang juga memiliki modal kepercayaan diri tinggi setelah mampu menandingi Belanda yang difavoritkan menjadi juara grup.

Di sisi lain, Tunisia datang dengan tekanan besar usai dihajar Swedia 1-5 pada pertandingan pertama. Kekalahan tersebut bahkan berujung pergantian pelatih, dengan Herve Renard kini dipercaya menangani Elang Kartago menggantikan Sabri Lamouchi. Pertandingan melawan Jepang menjadi kesempatan terakhir Tunisia untuk menjaga asa bertahan di turnamen.

Renard menegaskan timnya harus bermain lebih disiplin dan kompak untuk menghadapi Jepang. Kapten Tunisia, Ellyes Skhiri, juga menilai timnya masih memiliki peluang selama mampu memperbaiki kesalahan yang terjadi pada laga pembuka.

Berdasarkan performa pertandingan pertama, Jepang lebih diunggulkan. Namun Tunisia memiliki motivasi tinggi karena kegagalan meraih poin akan membuat langkah mereka menuju fase gugur semakin berat. Pertandingan ini juga tercatat sebagai laga ke-1.000 dalam sejarah putaran final Piala Dunia.

Sementara itu di Grup H, Spanyol menghadapi tekanan setelah hanya bermain imbang tanpa gol melawan debutan Cape Verde pada laga pembuka. Hasil tersebut membuat tim asuhan Luis de la Fuente wajib meraih kemenangan agar tidak memasuki laga terakhir dengan beban lebih berat.

Meski mendominasi permainan saat menghadapi Cape Verde, lini depan La Roja dinilai kurang tajam dalam penyelesaian akhir. De la Fuente kemungkinan akan melakukan sejumlah perubahan, termasuk memberi peran lebih besar kepada pemain-pemain kreatif seperti Lamine Yamal dan Nico Williams untuk meningkatkan daya gedor tim.

Arab Saudi bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Tim asuhan Georgios Donis sukses menahan Uruguay 1-1 pada pertandingan pertama dan menunjukkan organisasi pertahanan yang solid. Hasil tersebut membuat seluruh tim di Grup H sama-sama mengoleksi satu poin sehingga peluang lolos masih terbuka lebar.

Kepercayaan diri Arab Saudi juga ditopang rekam jejak mereka dalam menciptakan kejutan di turnamen besar. Karena itu, Spanyol diperkirakan tidak akan mengambil risiko dengan bermain terlalu terbuka sejak awal pertandingan.

Secara kualitas skuad dan kedalaman pemain, Spanyol tetap lebih unggul. Namun Arab Saudi telah membuktikan bahwa mereka mampu menyulitkan tim-tim besar jika diberi ruang untuk mengembangkan permainan. (Reza)