APBD Perubahan 2026 Medan Capai Rp7,7 Triliun, Rico Waas Fokus pada Enam Prioritas Pembangunan

redaksi
18 Agu 2026 20:29
Medan News 0 6
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Pemerintah Kota (Pemko) Medan bersama DPRD Kota Medan menyepakati Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 serta KUA-PPAS Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027 dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Medan, Selasa (18/8/2026).

Dalam APBD Perubahan 2026, pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp7,1 triliun, sementara belanja daerah mencapai Rp7,7 triliun dengan pembiayaan netto Rp592,2 miliar.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan postur anggaran tersebut akan difokuskan untuk mendukung enam prioritas pembangunan strategis Kota Medan, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui program Medan Satu Data.

“Keenam prioritas tersebut menjadi kerangka utama pembangunan agar tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan akses, peningkatan kualitas hidup, dan penguatan ketahanan sosial ekonomi masyarakat,” kata Rico Waas.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen dan dihadiri Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap, Pj Sekda Medan Erfin Fahrurrazi, pimpinan perangkat daerah, serta camat se-Kota Medan.

Rico menjelaskan enam prioritas pembangunan yang menjadi fokus dalam APBD Perubahan 2026, yakni mewujudkan Kota Medan yang berbudaya, maju, tertib, aman, dan nyaman; pemerataan pembangunan infrastruktur dan sarana perkotaan yang berkelanjutan; peningkatan daya saing ekonomi daerah; penguatan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan; penguatan kesejahteraan sosial dan pemberdayaan masyarakat; serta peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan berbasis digital.

Selain menyepakati APBD Perubahan 2026, Pemko Medan juga memaparkan rancangan postur APBD 2027. Dalam rancangan tersebut, pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp6,9 triliun, belanja daerah Rp7,1 triliun, dan pembiayaan netto Rp175 miliar.

Menurut Rico, anggaran tahun 2027 akan diarahkan untuk menjaga kesinambungan pembangunan, memperkuat capaian indikator makro daerah, serta mempercepat pencapaian target pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD.

Ia berharap seluruh perangkat daerah dapat memperkuat kolaborasi dan menghadirkan inovasi pelayanan publik agar program pembangunan yang telah direncanakan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. (Reza)