Bobby Nasution: Kemerdekaan Bukan Seremoni, Tapi Kerja Nyata

redaksi
18 Agu 2026 10:27
Medan News 0 20
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak boleh berhenti pada seremoni. Kemerdekaan, menurutnya, harus diisi dengan kerja nyata, pelayanan publik yang lebih baik, dan kolaborasi untuk mempercepat pembangunan daerah.

Pernyataan itu disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri Resepsi Kenegaraan HUT ke-81 RI Tingkat Provinsi Sumatera Utara di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Senin (17/8/2026) malam.

Di hadapan para konsul jenderal negara sahabat, Forkopimda, dan undangan lainnya, Bobby menekankan bahwa cita-cita pembangunan hanya akan bermakna jika mampu diwujudkan dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Cita-cita itu baru cukup kalau sudah menjadi kenyataan dan sudah tercapai,” kata Bobby.

Menurut Bobby, Sumut memiliki modal besar untuk berkembang, mulai dari kekayaan sumber daya alam hingga potensi pariwisata seperti Danau Toba. Namun, potensi tersebut harus dikelola secara optimal melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan mitra internasional.

Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, dan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.

Selain menyoroti pentingnya kolaborasi, Bobby juga mengingatkan aparatur pemerintah agar tidak mempersulit masyarakat maupun pelaku usaha dalam mendapatkan pelayanan.

“Jangan mempersulit orang. Kita saja sebagai umat manusia kalau dipersulit sesama manusia, kesalnya luar biasa,” tegasnya.

Bobby menilai pelayanan yang cepat dan responsif menjadi salah satu faktor penting untuk menarik investasi dan mempercepat pembangunan daerah.

Sementara itu, Konsul Jenderal Malaysia di Medan, Shahril Nizam Abdul Malek, menilai Sumut memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, industri, dan pariwisata. Namun, potensi tersebut harus didukung infrastruktur, konektivitas, serta kemudahan perizinan agar mampu menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja.

Ia mengibaratkan pembangunan seperti perlombaan panjat pinang yang membutuhkan kerja sama banyak pihak untuk mencapai tujuan bersama.

Shahril juga mengingatkan pentingnya menghilangkan berbagai hambatan birokrasi yang dapat mengurangi minat investor.

“Kalau terlalu banyak duri dalam prosesnya, investor mungkin memilih makan buah yang lain,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Shahril menyampaikan apresiasi terhadap langkah pembangunan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumut, termasuk perhatian terhadap pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah Kepulauan Nias.

Resepsi kenegaraan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumut Surya, Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Timur Tumanggor, unsur Forkopimda Sumut, pimpinan BUMD, rektor perguruan tinggi, serta anggota Paskibraka. (Reza)