7.000 Pelajar Deli Serdang Dapat Beasiswa Rp4,25 Miliar

redaksi
27 Agu 2026 20:30
Medan News 0 1
3 menit membaca

 

DELISERDANG, kaldera.id – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menyiapkan beasiswa Rp4,25 miliar untuk 7.000 pelajar SD dan SMP melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) 2026. Selain membantu biaya pendidikan, program tersebut diarahkan untuk membangun budaya menabung dan literasi keuangan sejak dini.

Penyerahan simbolis beasiswa melalui pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SIMPel) berlangsung dalam Gebyar Hari Indonesia Menabung (HIM) Kabupaten Deli Serdang 2026 di SMP Negeri 1 Tanjung Morawa, Kamis (27/8/2026).
Bupati Deli Serdang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hendra Wijaya mengatakan program tersebut tidak hanya ditujukan bagi siswa penerima beasiswa. Seluruh pelajar didorong mengenal pengelolaan keuangan dan membangun kebiasaan menabung.

“Intinya bukan sekadar kepada siswa penerima beasiswa. Bagaimana para murid yang tidak menerima beasiswa juga kita tanamkan budaya gemar menabung, sehingga sejak usia dini mereka sudah diajarkan bagaimana mengelola keuangan dengan lebih baik,” kata Hendra.

Program KEJAR 2026 menyasar 4.000 siswa SD dengan bantuan masing-masing Rp500.000 dan 3.000 siswa SMP dengan bantuan Rp750.000 per siswa.
Hingga saat ini, sebanyak 969 siswa telah menerima penyaluran bantuan, sedangkan 2.211 siswa lainnya sedang diajukan kepada Bank Sumut. Penyaluran bagi penerima lainnya ditargetkan rampung paling lambat Oktober 2026.

Hendra menegaskan Hari Indonesia Menabung harus menjadi gerakan berkelanjutan dan tidak berhenti sebagai agenda tahunan setiap Agustus.
Menurutnya, program tersebut perlu diperluas ke seluruh satuan pendidikan untuk memperkuat literasi keuangan dan membentuk kecakapan hidup pelajar.

“Ini hanya momentum. Kegiatan Hari Indonesia Menabung harus terus berkelanjutan dan tidak berhenti di bulan Agustus. Inovasi harus terus dilakukan,” tegasnya.

Hendra juga mendorong sekolah menghadirkan inovasi yang mengajarkan siswa menabung dari kegiatan produktif. Salah satunya melalui bank sampah, sehingga hasil pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi dapat ditabung.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara Yovvi Sukandar mengapresiasi upaya Pemkab Deli Serdang dalam memperluas akses dan inklusi keuangan.
Yovvi mendorong budaya menabung dikembangkan melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan pelajar, termasuk memanfaatkan sampah yang memiliki nilai ekonomi.

“Anak-anak atau masyarakat bisa membuka rekening dari hasil mengolah sampah yang didaur ulang. Misalnya sampah yang dikumpulkan selama satu bulan dijual dan hasilnya digunakan untuk membuka atau menambah tabungan,” jelasnya.

Menurut Yovvi, pendekatan tersebut memberikan manfaat ganda karena membangun kebiasaan menabung sekaligus meningkatkan kepedulian pelajar terhadap lingkungan.
Kepala SMP Negeri 1 Tanjung Morawa Bambang Suharsono mengatakan sekolahnya menjadi salah satu sasaran Program KEJAR 2026. Dari 1.049 siswa, pembukaan rekening SIMPel dilakukan secara bertahap dengan dukungan Bank Sumut Cabang Lubuk Pakam.
Gebyar HIM juga dirangkaikan dengan sejumlah kegiatan edukatif dan kreatif, di antaranya lomba puisi bertema menabung, storytelling, melukis, dan kerajinan tangan.

Melalui Program KEJAR, Pemkab Deli Serdang bersama OJK, Bank Sumut, dan satuan pendidikan mendorong perluasan inklusi keuangan sekaligus membentuk kebiasaan menabung dan kemampuan mengelola keuangan secara bijak sejak usia dini. (Reza)