Wali Kota Blusukan Malam Minggu, Banjir hingga Sampah Jadi Keluhan Warga

redaksi
1 Nov 2026 10:02
Medan News 0 4
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung menemui warga pada malam Minggu di Jalan Selamat Pulau, Kelurahan Sitirejo III, Kecamatan Medan Amplas, Sabtu (31/10/2026). Dalam dialog bersama masyarakat, persoalan banjir, jalan rusak, lampu penerangan jalan yang mati hingga penumpukan sampah menjadi sederet keluhan yang langsung diminta untuk ditindaklanjuti.

Rico sengaja menggeser agenda Sapa Warga yang biasanya berlangsung setiap Sabtu pagi menjadi malam hari. Langkah itu dilakukan agar dirinya bisa melihat langsung kondisi lingkungan sekaligus mendengar persoalan masyarakat tanpa harus menunggu laporan berjenjang dari kelurahan, kecamatan hingga organisasi perangkat daerah (OPD).

“Saya enggak mau hanya sekadar dengar laporan saja. Dari lurah ke camat, camat ke OPD, lalu ke saya sudah kejauhan. Kadang-kadang enggak bisa saya lihat langsung,” ujar Rico di hadapan ratusan warga.

Dalam dialog interaktif yang berlangsung melalui empat sesi tanya jawab, Rico menghadirkan langsung kepala dinas terkait untuk merespons berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat.



Salah satu keluhan utama adalah banjir yang kerap merendam kawasan Sitirejo III. Warga menyebut genangan bisa terjadi hanya dalam waktu sekitar 30 menit setelah hujan turun.

Menanggapi persoalan tersebut, Rico menjelaskan Pemko Medan sedang membangun drainase di Jalan Garu IIB, sekitar 200-300 meter dari lokasi kegiatan. Drainase itu dirancang untuk menghubungkan aliran air langsung ke sungai di bagian belakang kawasan sekaligus menembus Parit Sulang Saling.

Selain pembangunan drainase, normalisasi Parit Sulang Saling juga menjadi perhatian. Dari hasil peninjauan, sedimentasi di parit tersebut telah mengurangi kapasitas aliran air secara signifikan. Ruang aliran yang tersisa disebut hanya sekitar 30-60 sentimeter.

“Artinya, sekitar 30 sentimeter itu adalah sedimentasi, jadi ruang air mengalir jadi sempit. Ini harus segera kita benahi,” kata Rico.

Persoalan lain yang langsung mendapat respons adalah lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mati di kawasan Gang Sawah. Keluhan tersebut disampaikan Nurhabibah. Rico langsung memerintahkan Kepala Dinas Perhubungan agar segera menangani kerusakan tersebut.

“Malam ini langsung dipasang,” tegasnya.

Keluhan mengenai tumpukan sampah juga disampaikan Jumadi. Ia menyoroti keterbatasan armada becak motor yang menyebabkan pengangkutan sampah di lingkungan belum optimal.

Rico menyatakan Pemko Medan akan menambah armada becak sampah pada tahun ini untuk menutupi kekurangan yang ada sehingga pengangkutan dapat dilakukan lebih rutin.

“Akan ada penambahan becak sampah untuk menutupi kekurangan selama ini. Sehingga nantinya dapat mengakomodir pengangkutan sampah secara rutin. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Sementara itu, persoalan jalan rusak di sejumlah titik, termasuk Gang Melur, disampaikan Sumiati Pasaribu. Menanggapi keluhan tersebut, Rico menjanjikan peningkatan jalan melalui pemasangan paving block pada November 2026.

“Bulan 11 ini langsung kita paving block,” katanya.

Rico menjelaskan tidak semua persoalan yang disampaikan warga dapat diselesaikan dalam waktu bersamaan. Pemko Medan akan memilah setiap aspirasi berdasarkan tingkat kebutuhan dan waktu penanganannya, mulai dari jangka pendek, menengah hingga jangka panjang.

“Setiap aspirasi yang kami terima ada yang jangka pendek, jangka menengah hingga jangka panjang penyelesaiannya. Jangka pendek bisa langsung dikerjakan, jangka menengah butuh waktu seminggu atau bahkan sebulan, sedangkan jangka panjang akan kita masukkan ke dalam perencanaan di tahun depan,” sebutnya.

Kegiatan Sapa Warga ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada masyarakat. Bantuan tersebut berupa beras, tas sekolah, perlengkapan pos kamling dan mesin jahit sebagai bentuk dukungan Pemko Medan terhadap kebutuhan dan kesejahteraan warga.

Turut hadir anggota DPRD Medan Afif Abdillah, Pj Sekda Kota Medan Erfin Fachrurrazi, unsur muspika Kecamatan Medan Amplas, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah Pemko Medan. (Reza)