Dewan Curigai Kas Pemko Medan Minim, BKAD Bantah: Kondisi Aman

redaksi
23 Sep 2026 09:05
News 0 9
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Anggota Komisi 3 DPRD Medan, Godfried Effendy Lubis, mencurigai keterbatasan kas menjadi salah satu penyebab minimnya realisasi program di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemko Medan. Dugaan itu muncul setelah serapan anggaran Dinas Pariwisata pada triwulan III 2026 dinilai masih rendah.

Godfried mengatakan kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena sejumlah program OPD belum berjalan optimal. Ia menduga keterbatasan kas berkaitan dengan realisasi Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemprov Sumut yang hingga September 2026 baru sekitar 30 persen.

“Saya curiga kas Pemko Medan kosong. Diduga sumber PAD dari OPD Pemko Medan mungkin belum terkumpul,” ujar Godfried kepada wartawan di gedung DPRD Medan, Selasa (22/9/2026).

Godfried khawatir kondisi tersebut berdampak terhadap pelaksanaan program di berbagai OPD dan berujung pada tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA).

“Mungkin saja sumber PAD lainnya pun setiap bulannya macet terkumpul. Dampaknya banyak program tidak terlaksana. Takutnya SiLPA pun akan besar nantinya,” katanya.

Sorotan Godfried juga diarahkan kepada Dinas Pariwisata. Ia menilai minimnya realisasi anggaran berpengaruh terhadap pengelolaan sektor pariwisata Kota Medan.

Menurutnya, pengelolaan wisata sejarah dan kuliner di kawasan Kesawan belum efektif meski anggaran yang dikucurkan mencapai miliaran rupiah.

“Habis anggaran miliaran rupiah untuk pengelolaan wisata di sana, lihat saja gedung Warenhuis hanya menjadi gudang,” ujarnya.

Godfried juga menyoroti promosi produk kuliner yang selama ini menjadi identitas Medan, seperti Bika Ambon, Bolu Meranti dan durian. Ia menilai promosi dan inovasi wisata perlu diperkuat agar kunjungan wisatawan meningkat.

“Kota Medan hanya terkenal Bika Ambon, Bolu Meranti dan Durian. Tapi kita lihat saja mana ada promosi barang tersebut. Tak ada kita lihat promosi di reklame maupun billboard,” katanya.

Ia meminta Dinas Pariwisata menciptakan dan memaksimalkan destinasi serta produk wisata unggulan Kota Medan. Menurutnya, keterbatasan anggaran juga harus disampaikan secara terbuka jika memang menjadi kendala.

“Kita saja merasakan, kalau datang family kita ke Medan, tak tahu kita mau bawa ke mana. Itu-itu saja, minim inovasi. Kalau kurang anggaran disampaikan saja,” ucapnya.

Godfried juga mengingatkan agar pengembangan pariwisata tidak menghilangkan identitas Kota Medan sebagai Kota Melayu Deli. Ia meminta ornamen dan ciri khas budaya Melayu tetap ditampilkan pada bangunan pemerintah maupun gapura di pintu masuk Kota Medan.

Namun, dugaan kas Pemko Medan kosong dibantah Plt Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Medan, Suluh Aulia Harahap.

“Saat ini kas Pemko aman. Justru pada rapat kemarin agar penggunaan anggaran di setiap OPD segera direalisasikan,” kata Suluh. (Reza)