Tiorita Instruksikan Siaga Penuh, Langkat Tak Boleh Kalah oleh Cuaca Ekstrem

redaksi
9 Sep 2026 18:22
News Sumut 0 4
3 menit membaca

 

LANGKAT, kaldera.id – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti memerintahkan seluruh jajaran pemerintah daerah, TNI, Polri, dan unsur terkait meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Langkat.

Tiorita menegaskan pemerintah tidak boleh menunggu bencana membesar sebelum bertindak. Seluruh perangkat daerah diminta bergerak cepat melakukan antisipasi, memperkuat koordinasi, serta memastikan respons darurat berjalan maksimal untuk melindungi masyarakat.

Penegasan itu disampaikan saat memimpin Rapat Forkopimda Kabupaten Langkat Tahun 2026 di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Selasa (8/9/2026).

“Pemerintah daerah tidak boleh menunggu sampai bencana menjadi lebih besar. Langkah antisipasi, kesiapsiagaan, koordinasi, dan respons cepat harus kita lakukan secara bersama-sama,” tegas Tiorita.

Rapat dihadiri Kajari Langkat Asbach, Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin-angin, Kasdim 0203/Langkat Mayor Inf Hasanuddin Batu Bara, perwakilan Polres Langkat AKP Hari, perwakilan Danyon 8 Marinir Pangkalan Berandan Kapten Mar Junaedi Saputra, Sekda Langkat Amril, para kepala OPD, serta camat se-Kabupaten Langkat.

Berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Kabupaten Langkat per 8 September 2026, banjir melanda Kecamatan Padang Tualang, Sawit Seberang, Tanjung Pura, Batang Serangan, Hinai, Sei Lepan, dan Besitang.

Sementara itu, bencana longsor terjadi di Kecamatan Sei Bingai dan Salapian.

Sekda Langkat Amril menjelaskan banjir dipicu tingginya curah hujan di wilayah hulu Sungai Batang Serangan selama dua hari berturut-turut yang menyebabkan debit air meningkat dan meluap ke permukiman warga.

Untuk penanganan awal, Pemkab Langkat telah menyalurkan 20 paket sembako kepada warga terdampak di Kecamatan Padang Tualang dan Tanjung Pura. Pemerintah juga menyiapkan perahu fiber, perahu karet, mobil tangki air, perlengkapan evakuasi, serta mengaktifkan Posko Pusdalops BPBD selama 24 jam.

Selain itu, sebanyak 15 unit geobag telah disalurkan ke Kecamatan Tanjung Pura guna memperkuat penanganan darurat di kawasan terdampak banjir.

Pemkab Langkat juga telah menerbitkan Surat Edaran Kesiapsiagaan Menghadapi Cuaca Ekstrem. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir, longsor, angin kencang, dan gelombang pasang.

Dalam rapat tersebut, Tiorita mengeluarkan lima instruksi utama. Pertama, BPBD dan OPD terkait diminta meningkatkan pemantauan di wilayah rawan banjir. Kedua, sistem peringatan dini harus diperkuat agar informasi dapat diterima masyarakat lebih cepat.

Ketiga, kesiapan personel, logistik, tempat pengungsian, hingga bantuan kesehatan harus dipastikan setiap saat. Keempat, camat dan kepala desa diminta memperkuat komunikasi dengan warga. Kelima, TNI dan Polri diminta terus mendukung pengamanan, evakuasi, dan penanganan di lapangan.

Terkait longsor, Pemkab Langkat akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk mengerahkan alat berat guna membersihkan material longsor dan membuka akses yang terdampak.

Dalam sesi diskusi, Kajari Langkat Asbach mengingatkan agar penanganan bencana tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial masyarakat terdampak.

Sementara Kasdim 0203/Langkat Mayor Inf Hasanuddin Batu Bara menyatakan TNI siap membantu perbaikan tanggul dan penanganan darurat melalui gotong royong bersama seluruh unsur terkait.

“Yang bisa kita kerjakan bersama, mari kita kerjakan. Karena kondisi hujan saat ini sulit diprediksi, maka langkah cepat dan kolaborasi menjadi sangat penting,” ujarnya.

Menutup rapat, Tiorita mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kebersamaan menghadapi ancaman cuaca ekstrem.

“Kita bersama-sama menjaga Kabupaten Langkat agar tetap aman, tanggap, dan siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana demi melindungi masyarakat serta menjaga stabilitas dan kesejahteraan di Negeri Bertuah,” pungkasnya. (Reza)