191 Siswa Berbagi Tiga Toilet, Zakiyuddin Minta Perbaikan

redaksi
9 Sep 2026 18:25
Medan News 0 0 View
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap meminta perbaikan fasilitas UPT SD Negeri 066667 di Jalan Kiwi III Perumnas Mandala, Kecamatan Medan Denai, setelah menemukan sejumlah persoalan saat meninjau sekolah tersebut, Rabu (9/9/2026).

Dalam peninjauan itu, Zakiyuddin menemukan keterbatasan fasilitas dasar, mulai dari minimnya jumlah toilet, meja dan kursi yang rusak, hingga tidak tersedianya saluran drainase yang memadai.

Zakiyuddin mengatakan sekolah dengan 191 siswa tersebut hanya memiliki tiga toilet yang digunakan bersama oleh siswa dan guru. Selain itu, sekolah juga belum memiliki drainase sehingga halaman kerap tergenang saat hujan.

“Tadi kita lihat cuma tiga kamar mandi untuk 191 murid dan guru, bahkan kamar mandi khusus guru tidak ada. Hal yang paling urgen lagi adalah parit sekolah ini enggak ada. Pihak Dinas Perkim harus segera mengecek ke sini,” kata Zakiyuddin.

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Ahmad Barli Mulia Nasution, Zakiyuddin juga meninjau ruang kelas, perpustakaan, kondisi meja dan kursi belajar, serta akses jalan menuju sekolah.

Ia meminta perbaikan fasilitas dilakukan secepatnya agar kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih nyaman dan aman bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Selain fasilitas sekolah, Zakiyuddin juga meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan keterangan pihak sekolah, program tersebut berjalan lancar dan mendapat respons positif dari para siswa.

“Kita tanya tadi kepala sekolah dan guru menyatakan program MBG ini sangat baik dan sangat dinantikan oleh anak-anak,” ujarnya.
Kepala UPT SD Negeri 066667 Mulia Ningsih mengatakan sekolah yang dipimpinnya saat ini memiliki 191 siswa dan 17 guru yang terdiri dari ASN serta PPPK.
Menurutnya, keterbatasan fasilitas masih menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Dari empat unit toilet yang tersedia, satu unit digunakan khusus untuk guru karena belum tersedia fasilitas terpisah.

Selain itu, sekolah juga belum memiliki saluran drainase yang terhubung ke sungai sehingga saat hujan turun, halaman sekolah kerap tergenang.

“Kami sangat berharap rencana perbaikan fasilitas dasar, perbaikan jalan, penggantian furnitur, dan pembuatan parit pembuangan ini dapat segera direalisasikan demi menunjang kenyamanan kegiatan belajar mengajar,” kata Mulia. (Reza)