Bobby Nasution Minta Warga Sumut Waspadai Potensi Gempa Megathrust, Tekankan Pentingnya Simulasi dan Mitigasi Bencana

redaksi
9 Jun 2026 15:30
Medan News 0 12
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana gempa bumi dan tsunami yang dapat dipicu oleh aktivitas megathrust di wilayah barat Pulau Sumatera.

Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution usai kegiatan pembekalan kepada peserta kuliah kerja dalam negeri (KKDN) Pasis Dikreg LV Sesko TNI TA 2026 di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (9/6/2026).

Menurut Bobby, langkah antisipasi paling penting yang harus dilakukan masyarakat adalah memperhatikan setiap peringatan dini yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun lembaga terkait.

“Yang pertama tentu setiap peringatan yang disampaikan harus diperhatikan dengan baik. Kemudian simulasi-simulasi kebencanaan yang sudah dilakukan juga harus dipelajari, termasuk bagaimana langkah penanggulangan yang harus dilakukan saat terjadi bencana,” ujar Bobby.

Bobby mengatakan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, khususnya di pantai barat Sumatera Utara, perlu memahami risiko bencana yang berpotensi terjadi di wilayah mereka.

Ia menjelaskan bahwa wilayah pantai barat Sumatera yang berdekatan dengan jalur pertemuan lempeng tektonik merupakan kawasan yang memiliki potensi terdampak aktivitas megathrust.

“Kalau lempengannya berada di sepanjang pantai barat Sumatera, tentu daerah-daerah di kawasan itu menjadi wilayah yang harus lebih waspada,” katanya.

Selain memperkuat edukasi dan mitigasi bencana, Bobby juga menyoroti pentingnya kearifan lokal dalam menghadapi ancaman bencana alam. Ia menyinggung arahan Presiden RI yang menilai rumah-rumah adat di Indonesia pada masa lalu dibangun dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan potensi bencana di masing-masing daerah.

Menurut Bobby, rumah adat di kawasan pesisir umumnya dirancang menyesuaikan kondisi pasang surut air laut, sementara rumah-rumah adat di daerah aliran sungai memiliki karakteristik berbeda sesuai tantangan lingkungan yang dihadapi masyarakat setempat.

“Rumah adat biasanya dibangun dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan potensi alam yang ada di sekitarnya. Ini menjadi pelajaran penting yang akan kami kaji lebih lanjut,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, lanjut Bobby, akan menerjemahkan masukan tersebut ke dalam berbagai program maupun kebijakan daerah guna memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di masa mendatang.

Melalui langkah tersebut, Pemprov Sumut berharap masyarakat semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk ancaman gempa bumi dan tsunami yang dapat dipicu aktivitas megathrust di wilayah barat Sumatera. (Reza)