Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii bersama Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Selasa (9/6/2026).
MEDAN, kaldera.id – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menggelar Pelatihan Potensi SAR Perairan bagi lurah dan kepala desa sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana di daerah.
Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii bersama Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Selasa (9/6/2026).
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan aparatur pemerintahan di tingkat desa dan kelurahan sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana.
“Hari ini bersama Pak Gubernur kami membuka pelatihan potensi SAR di wilayah Sumatera Utara. Pesertanya mayoritas aparatur pemerintah yang bertugas di desa dan kecamatan. Kami belajar dari berbagai pengalaman bencana yang terjadi di Indonesia,” ujar Syafii.
Ia menjelaskan, pelatihan tahap awal diikuti 50 peserta yang dibimbing oleh 32 tenaga pendidik profesional. Menurutnya, para peserta akan dibekali keahlian khusus terkait penyelamatan dan penanganan kondisi darurat, khususnya di wilayah perairan.
Syafii juga mengungkapkan bahwa program tersebut tidak hanya dilaksanakan sekali. Ke depan, seluruh lurah dan kepala desa di Sumatera Utara akan mendapatkan pelatihan serupa secara bertahap.
“Pak Gubernur sudah memberikan arahan dan kebijakan agar unsur terdepan di masyarakat, yaitu lurah dan kepala desa, dibekali kemampuan menghadapi potensi bencana,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution menyampaikan apresiasi kepada Basarnas atas dukungan dalam meningkatkan kapasitas aparatur pemerintahan tingkat desa dan kelurahan.
Menurut Bobby, kemampuan menyelamatkan jiwa saat terjadi bencana merupakan keterampilan yang sangat penting dimiliki oleh para pemimpin wilayah paling dekat dengan masyarakat.
“Ini adalah penambahan kemampuan bagi perangkat desa dan kelurahan. Kali ini kemampuan untuk menyelamatkan jiwa ketika terjadi bencana. Skill seperti ini sangat penting,” ujar Bobby.
Ia pun mengimbau para bupati dan wali kota di Sumatera Utara agar mengirimkan kepala desa maupun lurah untuk mengikuti pelatihan serupa demi memperkuat kesiapsiagaan daerah.
Bobby menilai pelatihan tersebut dapat memberikan dampak nyata dalam mengurangi risiko korban jiwa saat terjadi bencana. Ia mencontohkan pengalaman di salah satu daerah yang pernah mendapatkan pelatihan kebencanaan sehingga mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat ketika menghadapi situasi darurat.
Selain itu, Bobby menyebut Pemprov Sumut tengah menyiapkan dukungan berupa insentif bagi peserta pelatihan sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya peningkatan kapasitas aparatur desa dan kelurahan.
Dengan pelatihan ini, Pemprov Sumut dan Basarnas berharap terbentuk jaringan aparatur desa dan kelurahan yang tangguh, sigap, serta memiliki kemampuan dasar penyelamatan guna melindungi masyarakat saat bencana terjadi. (Reza)