Misi Austria Hentikan La Furia Roja, Spanyol Datang dengan Skuad Siap Tempur

redaksi
2 Jul 2026 13:49
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Setelah melewati fase grup tanpa kebobolan, Spanyol kini memasuki ujian sesungguhnya. La Furia Roja akan menghadapi Austria pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Los Angeles, Jumat (3/7/2026) WIB, dalam duel yang mempertemukan salah satu favorit juara dengan tim kuda hitam yang sedang percaya diri.

Spanyol datang dengan modal mentereng. Tim asuhan Luis de la Fuente melaju ke fase gugur sebagai juara grup dan masih mempertahankan rekor tak terkalahkan dalam 34 pertandingan beruntun. Lebih impresif lagi, gawang mereka belum sekalipun jebol sepanjang fase grup.

Namun Austria bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Tim racikan Ralf Rangnick lolos dari Grup J setelah menunjukkan mental kuat sepanjang turnamen, termasuk ketika bermain imbang 3-3 melawan Aljazair pada laga terakhir yang memastikan langkah mereka ke fase gugur.

Pertandingan di Los Angeles diperkirakan menjadi pertarungan dua filosofi berbeda. Spanyol akan mengandalkan dominasi penguasaan bola, pergerakan antarlini yang cepat dan kreativitas pemain muda mereka. Sebaliknya, Austria mengusung gaya sepak bola agresif khas Rangnick dengan tekanan tinggi, transisi cepat dan permainan vertikal yang kerap menyulitkan lawan.

Secara historis, Spanyol lebih unggul dalam pertemuan melawan Austria. Dalam beberapa laga kompetitif maupun persahabatan sebelumnya, La Furia Roja lebih sering keluar sebagai pemenang. Salah satu pertemuan yang masih diingat terjadi pada fase grup Euro 2008 saat Spanyol menang 2-1 atas Austria sebelum akhirnya keluar sebagai juara Eropa.

Menjelang laga penting ini, Luis de la Fuente mendapat kabar baik. Lamine Yamal, Yeremy Pino dan Victor Munoz dipastikan dalam kondisi fit dan siap dimainkan. Pelatih Spanyol juga menyatakan seluruh pemain berada dalam kondisi terbaik untuk menghadapi Austria.

Spanyol diperkirakan tetap mengandalkan formasi menyerang dengan Unai Simon di bawah mistar. Marc Cucurella, Aymeric Laporte dan Pau Cubarsi menjadi tumpuan di lini belakang. Di sektor tengah, Pedri dan Martin Zubimendi akan mengatur ritme permainan, sementara Lamine Yamal, Alex Baena dan Mikel Oyarzabal menjadi andalan untuk membongkar pertahanan Austria.

Di kubu Austria, Ralf Rangnick kemungkinan tetap mempertahankan kerangka tim yang sukses membawa mereka lolos dari fase grup. Alexander Schlager dipercaya mengawal gawang, didukung David Alaba, Philipp Lienhart, Stefan Posch dan Phillipp Mwene di lini pertahanan. Di lini tengah terdapat Konrad Laimer, Nicolas Seiwald, Marcel Sabitzer dan Romano Schmid, sementara Marko Arnautovic tetap menjadi ujung tombak serangan.

Salah satu fokus utama Austria adalah meredam pergerakan Lamine Yamal. Rangnick secara terbuka mengakui pemain muda Barcelona tersebut menjadi ancaman terbesar yang harus dihentikan jika Austria ingin menciptakan kejutan.

Meski lebih diunggulkan, Spanyol tidak ingin mengulangi kegagalan di sejumlah fase gugur Piala Dunia dalam beberapa edisi terakhir. De la Fuente meminta timnya lebih tajam di depan gawang setelah beberapa kali gagal memaksimalkan dominasi permainan menjadi gol.

Dengan kualitas individu yang lebih merata, Spanyol memang layak dijagokan. Namun Austria memiliki organisasi permainan yang disiplin, pengalaman pemain senior seperti David Alaba dan Marko Arnautovic, serta keberanian menekan sejak menit pertama.

Di atas kertas, La Furia Roja unggul. Tetapi dalam laga sistem gugur, satu kesalahan kecil bisa mengubah segalanya. Los Angeles akan menjadi saksi apakah Spanyol mampu melanjutkan langkah menuju gelar dunia, atau justru Austria yang menghadirkan kejutan besar berikutnya di Piala Dunia 2026. (Reza)