Deli Serdang Bidik Wisatawan India, Kerja Sama Pariwisata Internasional Mulai Dijajaki

redaksi
11 Agu 2026 11:20
Medan News 0 4
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mulai membidik pasar wisatawan India sebagai salah satu peluang pengembangan sektor pariwisata daerah. Langkah tersebut ditandai dengan keikutsertaan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo dalam kegiatan Sumatera-India Tourism Promotion di Hotel Grand Mercure Medan, Senin (10/8/2026).

Forum tersebut mempertemukan pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, asosiasi kepariwisataan, hingga perwakilan pemerintah India untuk membahas peluang kerja sama promosi dan investasi sektor pariwisata.

Lom Lom Suwondo mengatakan Deli Serdang memiliki potensi wisata yang cukup beragam, mulai dari wisata alam, budaya hingga kuliner yang dinilai berpeluang menarik minat wisatawan mancanegara, termasuk dari India.

Menurutnya, kerja sama internasional menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas promosi destinasi wisata daerah sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan asing.

“Deli Serdang memiliki banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan. Melalui forum ini, kami berharap terbuka peluang kerja sama yang lebih luas, baik dalam promosi maupun investasi di sektor pariwisata,” kata Lom Lom.

Pasar wisatawan India dinilai memiliki prospek besar karena jumlah kunjungan wisatawan asal negara tersebut ke Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shanker Goel, menyebut Sumatera memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan India melalui kekayaan alam, keanekaragaman budaya, sejarah, dan keramahan masyarakatnya.

Menurut Ravi, peningkatan promosi destinasi, penguatan wisata budaya dan sejarah, serta konektivitas transportasi menjadi faktor penting untuk memperbesar arus kunjungan wisata antara India dan Sumatera.

“Pariwisata bukan hanya tentang perjalanan, tetapi juga membangun persahabatan dan saling memahami antarbangsa. Ini momentum yang tepat untuk memperkuat kemitraan pariwisata antara India dan Sumatera,” ujarnya.

Sementara itu, Joint Secretary Ministry of Tourism Government of India, Shri Harikishore S, yang mengikuti kegiatan secara virtual, mengungkapkan hubungan Indonesia dan India telah terjalin kuat sejak lama melalui perdagangan maritim dan pertukaran budaya.

Ia menyebut sepanjang 2025 terdapat sekitar 497 ribu wisatawan India yang berkunjung ke Indonesia. Sebaliknya, sekitar 43 ribu wisatawan Indonesia melakukan perjalanan ke India.

Data tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang besar untuk memperkuat kerja sama sektor pariwisata kedua negara.

“Pariwisata menjadi salah satu pilar penting dalam kemitraan strategis antara India dan Indonesia. Potensi pengembangannya masih sangat besar,” katanya.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, Dedy Ahmad Kurnia, menambahkan wisatawan India saat ini tidak hanya mencari destinasi populer, tetapi juga pengalaman autentik yang mencakup budaya, alam, kesehatan, kuliner dan wisata keluarga.

Menurut Dedy, Sumatera memiliki banyak destinasi yang dapat menjadi alternatif selain Bali, mulai dari Danau Toba, kawasan budaya Batak, Taman Nasional Gunung Leuser hingga kekayaan kuliner dan tradisi lokal yang masih terjaga.

“Ketika orang mendengar Indonesia, yang terbayang biasanya Bali. Padahal Sumatera menawarkan pengalaman yang berbeda dengan kekayaan budaya dan alam yang sangat autentik,” ujarnya.

Melalui forum tersebut, Deli Serdang berharap dapat memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pintu masuk pariwisata Sumatera Utara yang didukung keberadaan Bandara Internasional Kualanamu. (Reza)