Genjot PAD Lewat Digitalisasi, Medan Raih Predikat TP2DD Terbaik Nasional

redaksi
25 Sep 2026 11:42
Medan News 0 5
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id — Upaya Pemerintah Kota (Pemko) Medan memperkuat digitalisasi transaksi keuangan daerah berbuah manis. Kota Medan dinobatkan sebagai Kota Terbaik Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) kategori pemerintah kota, sekaligus menjadi pengakuan atas keberhasilan daerah ini mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sistem digital yang terintegrasi.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota H. Zakiyuddin Harahap, serta diterima oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Medan Erfin Fachrurrazi yang mewakili wali kota.

Capaian ini menempatkan Medan sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik dalam mendorong transformasi digital, khususnya pada pengelolaan pendapatan daerah yang lebih transparan, akuntabel dan efisien.

Erfin mengatakan, keberhasilan tersebut ditopang berbagai inovasi digital yang dikembangkan Pemko Medan, di antaranya penerapan smart tax dan QRESTO (Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization) yang memperkuat sistem pemungutan pajak daerah secara elektronik.

“Pengelolaan pajak daerah kini menjadi semakin transparan dan terintegrasi secara digital,” kata Erfin.

Menurutnya, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Wali Kota Rico Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap dalam mempercepat digitalisasi di berbagai sektor pemerintahan, terutama untuk meningkatkan transparansi dan mendongkrak penerimaan PAD.

Selain membangun ekosistem digital, Pemko Medan juga memperkuat aspek regulasi guna memastikan transformasi digital berjalan berkelanjutan dan memiliki landasan hukum yang jelas.

“Untuk memastikan transformasi digital transaksi keuangan daerah berjalan berkelanjutan dan berlandaskan hukum, Pemko Medan telah menerbitkan sejumlah Peraturan Wali Kota terkait,” ujar Erfin.

Ia menambahkan, digitalisasi tidak hanya mempermudah pelayanan dan transaksi, tetapi juga mempersempit ruang terjadinya kebocoran penerimaan daerah karena seluruh proses tercatat dan terpantau secara elektronik.

Melalui berbagai langkah tersebut, tata kelola keuangan daerah dinilai semakin efektif dan akuntabel. Di saat yang sama, optimalisasi pendapatan daerah juga terus meningkat seiring meluasnya penggunaan sistem pembayaran dan pelaporan berbasis digital.

Penghargaan TP2DD ini sekaligus menjadi bukti bahwa transformasi digital yang dijalankan Pemko Medan tidak hanya berdampak pada modernisasi pelayanan publik, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah melalui peningkatan PAD. (Reza)