FGD ASB Digelar, Rico Waas Tekankan Anggaran Berbasis Kinerja

redaksi
13 Agu 2026 10:25
Medan News 0 10
2 menit membaca

MEDAN, kaldera.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pentingnya penerapan Analisis Standar Belanja (ASB) secara konsisten di seluruh perangkat daerah guna memperkuat tata kelola keuangan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Komitmen tersebut disampaikan Rico Waas melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Medan Citra Effendi Capah saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Penerapan Analisis Standar Belanja (ASB) di lingkungan Pemerintah Kota Medan di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Rabu (12/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Citra menyampaikan apresiasi kepada Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kota Medan yang menginisiasi kegiatan tersebut, serta para narasumber dan pimpinan perangkat daerah yang hadir.

Menurutnya, komitmen Pemko Medan dalam memperkuat penerapan ASB diwujudkan melalui penguatan koordinasi antarperangkat daerah, peningkatan kapasitas aparatur, penyempurnaan dokumen ASB secara berkelanjutan, serta pengawasan yang transparan dan akuntabel.

“Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan koordinasi antarperangkat daerah, peningkatan kapasitas aparatur, penyempurnaan dokumen ASB secara berkelanjutan, serta pengawasan yang transparan dan akuntabel agar implementasi ASB berjalan konsisten sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Citra.

Ia menegaskan, ASB tidak boleh dipandang hanya sebagai dokumen administratif semata, melainkan instrumen strategis yang memastikan setiap alokasi anggaran disusun secara rasional, terukur, dan berorientasi pada hasil.

“ASB membantu memastikan alokasi anggaran didasarkan pada kebutuhan yang rasional, beban kerja yang terukur, serta target kinerja yang jelas,” ujarnya.

Meski demikian, Pemko Medan mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam penerapan ASB, mulai dari perbedaan pemahaman hingga kebutuhan integrasi dan penyempurnaan data antarorganisasi perangkat daerah (OPD).

Karena itu, forum FGD dinilai penting sebagai wadah diskusi untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi persoalan, sekaligus merumuskan solusi yang dapat diterapkan secara bersama-sama.

Citra berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat koordinasi dan komunikasi antar pemangku kepentingan, sekaligus menghasilkan rekomendasi yang aplikatif untuk mendukung proses perencanaan dan penganggaran di setiap perangkat daerah.

“Saya berharap FGD ini tidak hanya menjadi forum berbagi informasi, tetapi juga menghasilkan langkah nyata yang dapat ditindaklanjuti bersama dalam mengoptimalkan penerapan ASB demi mewujudkan tata kelola Pemko Medan yang semakin baik,” katanya.

FGD tersebut turut menghadirkan akademisi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Quality Medan, Immanuel Panusunan Tua Panggabean, sebagai narasumber serta diikuti perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan. (Reza)