Ahmad Afandi: Aspirasi Warga Harus Menjadi Dasar Kebijakan Pembangunan Medan

redaksi
17 Agu 2026 18:35
Medan News 0 7
2 menit membaca

MEDAN, kaldera.id – Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Demokrat, Ahmad Afandi Harahap, menilai momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia harus menjadi refleksi bagi pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurut Ahmad Afandi, tema HUT ke-81 RI, “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, harus diwujudkan melalui kebijakan yang berdampak langsung terhadap kehidupan warga, mulai dari perbaikan infrastruktur, pelayanan publik, kesehatan, pendidikan hingga penguatan ekonomi masyarakat.
“Ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya dari banyaknya program yang diumumkan pemerintah, tetapi sejauh mana program tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Ahmad Afandi, Senin (17/8/2026).
Ia menilai pembangunan di Kota Medan memang menunjukkan sejumlah perkembangan. Namun, masih terdapat berbagai persoalan yang perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Medan.

Salah satunya, kata dia, adalah memastikan aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui kegiatan reses, sosialisasi peraturan daerah (sosper), dan wawasan kebangsaan (wasbang) dapat diterjemahkan menjadi program pembangunan yang nyata.
Menurut Ahmad Afandi, dalam setiap kegiatan tersebut masyarakat menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari jalan lingkungan yang rusak, drainase, lampu penerangan jalan, pelayanan kesehatan, pendidikan, bantuan sosial hingga administrasi kependudukan.

“Aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada anggota DPRD tidak boleh berhenti sebagai catatan. Aspirasi itu harus menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas pembangunan,” ujarnya.
Ia menilai masih terdapat jarak antara aspirasi yang disampaikan masyarakat dengan implementasi kebijakan pembangunan di lapangan. Karena itu, pemerintah daerah perlu lebih responsif dalam menindaklanjuti berbagai kebutuhan warga.

Meski demikian, Ahmad Afandi menegaskan pihaknya tetap mendukung program pembangunan yang dijalankan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap sepanjang berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Menurutnya, Pemerintah Kota Medan dan DPRD harus berada dalam satu frekuensi dalam membaca dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga.

“DPRD setiap hari menerima dan mendengar langsung keluhan masyarakat di daerah pemilihan. Karena itu, hasil reses, sosper, dan wasbang seharusnya menjadi salah satu dasar dalam menentukan skala prioritas pembangunan,” katanya.

Ahmad Afandi juga mengingatkan bahwa makna kemerdekaan harus dapat dirasakan masyarakat melalui akses pendidikan yang layak, pelayanan kesehatan yang baik, lingkungan yang aman dan sehat, serta pemerataan pembangunan tanpa membedakan wilayah.

Ia berharap momentum HUT ke-81 RI menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan di Kota Medan.
“Pembangunan harus berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat. Kemajuan Kota Medan harus dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (reza)