Bobby Nasution Ingin IMT-GT Hasilkan Investasi Nyata, Bukan Sekadar Forum Seremonial

redaksi
10 Sep 2026 10:38
Medan News 0 8
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) harus menghasilkan investasi dan proyek konkret yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Bobby saat menghadiri jamuan makan malam Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 di Hotel JW Marriott Medan, Rabu (9/9/2026) malam.

Menurut Bobby, forum yang melibatkan 32 provinsi dan negara bagian dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand itu tidak boleh berhenti pada pembahasan atau kesepakatan di atas kertas. Keberhasilannya harus diukur dari berkurangnya hambatan lintas batas, terealisasinya investasi, serta meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.

“IMT-GT harus bergerak dari agenda kerja sama menuju implementasi yang terukur dan berdampak,” kata Bobby.

Ia menilai kedekatan geografis tiga negara di kawasan Selat Malaka merupakan modal besar untuk memperkuat perdagangan, konektivitas, investasi, pariwisata, pengembangan sumber daya manusia, hingga inovasi ekonomi.

Bobby juga mendorong percepatan proyek-proyek siap investasi, khususnya yang berkaitan dengan ekonomi hijau seperti pengelolaan sampah, efisiensi energi, mobilitas rendah karbon, dan pengendalian banjir.

Bagi Sumatera Utara, kata Bobby, manfaat kerja sama IMT-GT harus terlihat melalui penguatan konektivitas pelabuhan, akses pasar regional, serta peningkatan nilai tambah komoditas unggulan daerah.

“Sumatera Utara siap memperkuat peran dalam IMT-GT melalui penyelarasan prioritas pembangunan, penyiapan proyek investasi, dan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta IMT-GT tidak hanya menjadi forum dialog tahunan, tetapi mampu melahirkan kerja sama yang menghasilkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurut Tito, potensi ekonomi kawasan IMT-GT sangat besar karena didukung kedekatan geografis tiga negara. Karena itu, kolaborasi yang dibangun harus mampu meningkatkan daya saing kawasan di tingkat global.

“IMT-GT harus terus berkembang, tidak sekadar menjadi forum dialog, tetapi menjadi wadah yang menghasilkan proyek-proyek konkret dan terukur,” kata Tito.

Tito juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumut dalam pelaksanaan Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 yang digelar di Medan.

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pejabat dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand, termasuk Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah, Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand Sasithorn Palattadej, Gubernur Perlis Abu Bakar Hamzah, Gubernur Trang Songklod Sawar Gwong, Wakil Gubernur Sumut Surya, serta Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor. (Reza)