Kawal Sensus Ekonomi 2026, Rico Waas: Data Jadi Dasar Kebijakan Pemerintah

redaksi
15 Jun 2026 21:44
Medan News 0 2
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas resmi melepas 1.547 petugas Sensus Ekonomi 2026 yang akan bertugas mendata aktivitas usaha di Kota Medan. Pelepasan ditandai dengan penyematan tanda petugas dalam Pencanangan dan Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 di Lapangan Balai Desa, Kecamatan Medan Helvetia, Senin (15/6/2026).

Dalam arahannya, Rico Waas menegaskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah strategis untuk menghasilkan data yang akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan ekonomi pemerintah.

“Sensus Ekonomi 2026 adalah upaya negara untuk memahami kondisi perekonomian yang sesungguhnya. Data yang dikumpulkan akan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Rico.

Menurut Rico, Kota Medan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi terbesar di Indonesia memiliki struktur ekonomi yang kompleks, mulai dari sektor UMKM, ekonomi kreatif digital hingga industri besar. Karena itu, akurasi data yang dihasilkan menjadi sangat penting.

“Jika data dari Medan keliru, maka keputusan ekonomi di tingkat nasional juga bisa meleset. Hari ini kita memulai langkah besar untuk menghadirkan potret ekonomi Kota Medan yang lebih lengkap, akurat dan mutakhir,” ujarnya.

Rico juga berpesan kepada seluruh petugas sensus agar menjaga integritas dan profesionalisme selama bertugas di lapangan. Ia mengingatkan bahwa petugas bukan hanya bertugas mencatat data, tetapi juga membawa amanah negara saat berinteraksi dengan masyarakat.

Selain itu, petugas diminta mencatat kondisi ekonomi secara riil tanpa rekayasa, mengutamakan kualitas data dibanding kecepatan kerja, serta menyadari bahwa setiap data yang dikumpulkan akan memengaruhi arah kebijakan pemerintah di masa depan.

“Saya percaya petugas Sensus Ekonomi 2026 adalah insan-insan terbaik yang telah melalui proses seleksi dan pelatihan. Tunjukkan bahwa kepercayaan yang diberikan negara dapat dijaga dengan kerja keras, integritas, dan profesionalisme,” katanya.

Rico juga mengajak para pelaku usaha untuk terbuka dan memberikan informasi yang benar kepada petugas sensus. Ia meminta seluruh perangkat daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ikut mendukung kelancaran pelaksanaan sensus.

“Petugas yang baik tidak hanya mencatat data, tetapi juga menjaga amanah bangsa. Karena di balik setiap angka yang dicatat, terdapat keputusan besar yang menentukan masa depan Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan Hafsyah Aprillia menjelaskan sebanyak 1.547 petugas diterjunkan untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Medan.

Jumlah tersebut terdiri atas 1.341 petugas lapangan sensus door to door, 177 pengawas lapangan, serta tim khusus usaha besar yang berjumlah 23 petugas lapangan dan enam pengawas.

Hafsyah menjelaskan pelaksanaan sensus untuk usaha besar telah dimulai sejak 1 Mei 2026 secara mandiri. Sedangkan pendataan usaha mikro, kecil dan menengah dilakukan secara door to door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

“Kami mengharapkan dukungan seluruh pelaku usaha di Kota Medan untuk menerima petugas dan memberikan jawaban yang benar serta lengkap. Partisipasi masyarakat sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan dan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026,” kata Hafsyah. (Reza)