Les Bleus Diuji, Swedia Siapkan Kejutan di Babak Gugur

redaksi
30 Jun 2026 16:09
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Timnas Prancis mengusung status favorit saat menghadapi Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, East Rutherford, Rabu (1/7/2026) pukul 04.00 WIB.

Laga hidup-mati ini menjadi ujian pertama Les Bleus di fase gugur setelah tampil sempurna sepanjang babak penyisihan grup.
Prancis lolos ke fase knockout sebagai juara Grup I dengan raihan sembilan poin dari tiga pertandingan. Tim asuhan Didier Deschamps menyapu bersih kemenangan atas Senegal, Irak, dan Norwegia serta mencetak 10 gol. Produktivitas tersebut menjadikan Prancis sebagai salah satu tim paling tajam di turnamen ini.

Sebaliknya, Swedia melaju dengan perjalanan yang lebih berliku. Tim arahan Graham Potter mengawali turnamen dengan kemenangan telak 5-1 atas Tunisia, kemudian kalah 1-5 dari Belanda sebelum menahan imbang Jepang 1-1 pada laga terakhir fase grup. Hasil itu cukup membawa Swedia lolos ke babak 32 besar.

Pertandingan ini juga menghadirkan duel dua tim Eropa yang memiliki sejarah panjang. Dalam beberapa pertemuan terakhir, Prancis lebih dominan atas Swedia. Namun, tim Skandinavia itu tetap memiliki sejumlah pemain yang mampu merepotkan lini belakang lawan.

Secara taktik, Deschamps diperkirakan tetap mempertahankan pendekatan menyerang yang menjadi kekuatan utama Prancis sejak fase grup. Les Bleus mengandalkan kecepatan dan kreativitas lini depan yang dihuni Kylian Mbappé, Ousmane Dembélé, dan Michael Olise.

Deschamps menegaskan timnya tidak akan mengubah filosofi menyerang meski kini memasuki fase gugur.
Prancis diperkirakan menurunkan Mike Maignan di bawah mistar gawang. Di lini belakang terdapat Jules Koundé, William Saliba, Dayot Upamecano, dan Lucas Digne. Lini tengah kemungkinan diisi Adrien Rabiot dan Aurélien Tchouaméni, sedangkan sektor depan dipercayakan kepada Mbappe, Dembele, Olise, serta Bradley Barcola.

Di kubu Swedia, Potter diprediksi mengandalkan permainan lebih disiplin dan serangan balik cepat.

Ancaman utama datang dari trio penyerang Alexander Isak, Viktor Gyökeres, dan Anthony Elanga yang menjadi sumber gol sepanjang turnamen. Namun Swedia dipastikan kehilangan bek Alexander Hien akibat cedera hamstring.

Potter mengakui timnya menghadapi tantangan besar melawan salah satu kandidat juara dunia.

Menurutnya, Swedia harus memainkan pertandingan terbaik jika ingin menghentikan laju Prancis.
Di atas kertas, Prancis lebih diunggulkan berkat kedalaman skuad, kualitas individu, dan performa konsisten sepanjang fase grup.

Namun Swedia memiliki keunggulan fisik, bola mati, serta serangan balik yang dapat menjadi senjata untuk menciptakan kejutan di East Rutherford. Pemenang laga ini akan menghadapi Paraguay pada babak 16 besar setelah wakil Amerika Selatan itu menyingkirkan Jerman melalui adu penalti.