Sumut Siap Terapkan AI di Pertanian, Bobby Nasution Tekankan SDM dan Kebijakan Jadi Kunci

redaksi
23 Feb 2026 19:56
Medan News 0 4
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mematangkan rencana penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam sistem pertanian. Teknologi ini digadang-gadang menjadi motor modernisasi pertanian Sumut untuk mendongkrak produksi dan efisiensi secara signifikan.

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan, pemanfaatan AI di sektor pertanian tidak cukup hanya dengan menghadirkan perangkat teknologi, tetapi harus diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan dukungan regulasi yang tepat.

“Perlunya penguatan sistem digital, bukan hanya alat saja, tetapi SDM yang menggunakan, kemudian dukungan kebijakan yang tepat,” kata Bobby Nasution saat rapat virtual bersama DEN dari Medan, Senin (23/2/2026).

Menurut Bobby, kemampuan petani, penyuluh, dan para pemangku kepentingan dalam mengoperasikan teknologi akan menentukan akurasi sistem AI.

Semakin baik data yang dimasukkan, semakin presisi pula hasil analisis yang dihasilkan.

“Peran AI sangat penting dalam teknologi pertanian, tetapi tentu bila data yang kita input akurat, hasilnya kita bisa lebih akurat memprediksi curah hujan, waktu tanam dan panen, bahkan analisa hasil produksi pertanian,” ujarnya.

Ia menilai, penerapan AI dapat membantu memprediksi curah hujan, menentukan pola tanam dan panen, mendeteksi serangan hama, hingga merumuskan langkah penanganan yang lebih cepat dan tepat.

Dengan sistem ini, risiko gagal panen diharapkan bisa ditekan.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menyebut sistem pertanian berbasis AI untuk Sumut pada dasarnya telah siap diterapkan.

Bahkan, sejumlah investor disebut telah menyatakan komitmen mendukung pengembangan teknologi tersebut.

Menurut Luhut, model pertanian berbasis AI saat ini sudah diterapkan di Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH) 2 dan siap diperluas ke lahan pertanian masyarakat.

“Sistem AI-nya sudah ada, bekerja sama dengan TSTH, lahan ada, ini bukan angan-angan lagi, titik-titiknya sudah dapat tinggal kita ‘jahit’,” kata Luhut.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi transformasi digital pertanian Sumut di tengah tantangan perubahan iklim, fluktuasi produksi, dan tuntutan peningkatan ketahanan pangan nasional. (Reza)