Video aktivitas komunitas lari di lapangan Stadion Teladan Medan mendadak viral di media sosial dan memicu kritik publik. Stadion yang tengah dipersiapkan menjadi venue AFF U-19 2026 itu terlihat dipakai berlari oleh sekelompok komunitas pada Rabu malam (27/5/2026).
MEDAN, kaldera.id – Video aktivitas komunitas lari di lapangan Stadion Teladan Medan mendadak viral di media sosial dan memicu kritik publik. Stadion yang tengah dipersiapkan menjadi venue AFF U-19 2026 itu terlihat dipakai berlari oleh sekelompok komunitas pada Rabu malam (27/5/2026).
Sorotan muncul karena rumput stadion disebut masih dalam tahap perawatan menjelang turnamen internasional yang dijadwalkan kick off awal Juni mendatang.
Warganet ramai-ramai mempertanyakan bagaimana komunitas tersebut bisa masuk hingga beraktivitas di area lapangan yang seharusnya steril.
Bahkan, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution ikut memberi komentar melalui akun Instagram pribadinya @bobbynst.
“Wow, ampun sekali liatnya,” tulis Bobby disertai emoji berpikir.
Sejumlah akun lain juga melontarkan kritik. Akun @jeffrywein menulis komentar bernada sindiran terhadap komunitas lari tersebut, sementara akun @hendi_ramadhani12 menyinggung soal dugaan adanya izin penggunaan stadion.
Kritik publik tidak hanya tertuju kepada komunitas lari, tetapi juga kepada Pemerintah Kota Medan yang dinilai lalai menjaga area stadion.
Pasalnya, Stadion Teladan saat ini sedang menjalani tahap akhir persiapan sebagai salah satu venue penting AFF U-19 2026. Kondisi rumput lapangan menjadi perhatian utama karena akan digunakan untuk pertandingan internasional dan menjadi sorotan federasi sepak bola Asia Tenggara.
Warganet menilai lapangan seharusnya tetap steril demi menjaga kualitas rumput tetap optimal, bukan justru dipakai untuk aktivitas nonsepak bola.
Sebelumnya diketahui komunitas tersebut sempat mengunggah video kegiatan mereka di media sosial dan mengaku bangga menjadi komunitas pertama yang merasakan atmosfer Stadion Teladan sebelum dipakai pertandingan resmi. Namun setelah menuai kritik luas, unggahan itu akhirnya dihapus. (Red)