Bobby Nasution Percepat Pemulihan Banjir Tapteng, Fokus Infrastruktur dan Huntap

redaksi
11 Apr 2026 10:45
Medan News 0 1
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, mempercepat pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dengan fokus pada perbaikan infrastruktur dan pembangunan hunian tetap (huntap).

Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan bersama Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Feriyanto Pawenrusi, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Jumat (10/4/2026).

Bobby Nasution menegaskan, Pemprov Sumut telah melakukan pendataan dan mengalokasikan anggaran untuk mempercepat pemulihan, terutama pada sektor konektivitas dan sistem pengairan yang terdampak bencana.

“Fokus utama kita pemulihan infrastruktur dan pengairan agar aktivitas masyarakat segera kembali normal,” ujarnya.

Selain itu, normalisasi sungai dan penyaluran bantuan kepada warga terdampak juga terus dipercepat.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan bencana.

Pemprov Sumut, lanjutnya, bersinergi dengan berbagai pihak seperti BPN, Pangdam I/BB, dan Polda Sumut guna mempercepat proses pemulihan di lapangan.

“Koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran,” katanya.

Sementara itu, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu menyampaikan pihaknya tengah memprioritaskan pendataan korban serta percepatan penyaluran bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dan Dana Tunggu Hunian (DTH).

Pemkab Tapteng juga mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak, sekaligus memperbaiki infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, air bersih, dan sanitasi.

Selain pemulihan fisik, pemerintah daerah juga mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat melalui inovasi di sektor pertanian dan UMKM.

“Koordinasi dengan Forkopimda akan terus kita lakukan untuk memastikan pemulihan berjalan maksimal,” ujar Masinton.

Upaya terpadu ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan pascabencana serta mengembalikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Tapanuli Tengah. (Reza)