Bobby Nasution Respons Jeka Saragih Bangun Jalan Rusak di Simalungun

redaksi
22 Jun 2026 19:40
Medan News 0 8
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, merespons aksi atlet MMA asal Sumut, Jeka Saragih, yang membangun jalan rusak menggunakan dana pribadi di kampung halamannya di Desa Bah Pasussang, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun.

Bobby mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Jeka terkait kondisi jalan tersebut. Bahkan, menurutnya, Jeka sudah pernah menyampaikan keluhan mengenai kerusakan jalan itu sejak dirinya masih menjabat sebagai Wali Kota Medan.
“Saya tadi sudah berkomunikasi dengan Jeka. Sebenarnya Jeka pernah menyampaikan persoalan jalan itu kepada saya sejak saya masih menjadi wali kota. Waktu itu saya sampaikan bahwa saya tidak memiliki kewenangan untuk membangun jalan di wilayah tersebut,” kata Bobby kepada wartawan di Kantor Gubernur Sumut, Jalan P. Diponegoro, Medan, Senin (22/6/2026).

Bobby menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki ruas jalan yang mengalami kerusakan akibat longsor tersebut pada tahun 2026.
Menurutnya, perbaikan tidak dapat langsung dilakukan dengan pengaspalan karena kondisi struktur jalan yang terdampak longsor harus diperkuat terlebih dahulu.

“Kalau langsung diaspal tidak bisa, karena titik kerusakannya akibat longsor. Struktur dasarnya harus diperbaiki lebih dulu. Kalau langsung diaspal, nanti bisa kembali rusak atau amblas,” ujarnya.

Ia menyebut proses administrasi dan tender proyek perbaikan jalan tersebut telah selesai dan saat ini tinggal memasuki tahap pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Perbaikan yang akan dilakukan meliputi penanganan longsoran, penguatan struktur jalan, serta pemasangan tembok penahan atau bronjong sebelum tahap pengaspalan dilaksanakan.
“Tahun ini pasti dikerjakan. Yang dilakukan lebih dulu adalah perbaikan struktur jalan dan penanganan longsor. Setelah itu baru tahapan berikutnya,” katanya.

Menanggapi aksi Jeka Saragih yang turun langsung membangun jalan karena kondisi yang dinilai memprihatinkan, Bobby mengaku memahami keresahan masyarakat setempat.
Ia menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur memang merupakan tanggung jawab pemerintah. Namun, keterbatasan anggaran membuat seluruh jalan rusak di Sumatera Utara tidak bisa diperbaiki sekaligus dalam waktu singkat.

“Tentu apa yang dilakukan masyarakat karena adanya keresahan bisa dipahami. Memang tugas pemerintah memperbaiki jalan. Namun saya juga harus menyampaikan bahwa tidak mungkin seluruh jalan rusak di Sumatera Utara bisa diperbaiki dalam satu tahun masa jabatan karena kemampuan anggaran yang terbatas,” ujar Bobby.

Meski demikian, Bobby memastikan ruas jalan di Desa Bah Pasussang yang menjadi perhatian Jeka Saragih telah masuk dalam program perbaikan pemerintah dan akan mulai dikerjakan tahun ini. (Reza)