Jalan Diperbaiki, Warga Labuhanbatu Yakin Ekonomi Kembali Bergeliat

redaksi
27 Jun 2026 17:13
Medan News 0 8
3 menit membaca

 

LABUHANBATU, kaldera.id – Perbaikan ruas jalan Aek Nabara–Negeri Lama hingga Tanjung Sarang Elang membawa harapan baru bagi masyarakat di tiga kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu. Warga optimistis pembangunan infrastruktur tersebut akan menggerakkan kembali roda perekonomian, meningkatkan kunjungan wisata, serta memperlancar akses menuju layanan kesehatan dan pusat aktivitas masyarakat.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tengah mengerjakan perbaikan ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Bilah Hulu, Bilah Hilir, dan Panai Hulu. Jalur tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat menuju Rantauprapat sebagai ibu kota Kabupaten Labuhanbatu sekaligus jalur penghubung distribusi barang dan hasil pertanian.

Murni, pemilik warung makan di Tanjung Sarang Elang, mengatakan kerusakan jalan yang berlangsung selama bertahun-tahun membuat arus kendaraan menurun drastis. Dampaknya, aktivitas ekonomi masyarakat ikut lesu karena semakin sedikit pengguna jalan yang melintas.
“Kalau 10 sampai 15 tahun lalu ramai yang lewat dari Tanjungbalai ke Aek Nabara melalui Sei Berombang. Setelah jalan rusak, banyak yang memilih jalur utama sehingga usaha masyarakat di sini ikut terdampak,” kata Murni, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, perbaikan jalan akan membuka kembali peluang usaha masyarakat karena mobilitas warga dan distribusi barang menjadi lebih cepat dan efisien.

Selain menjadi jalur penghubung antarkecamatan, kawasan Tanjung Sarang Elang juga memiliki sejumlah destinasi wisata yang selama ini menjadi andalan masyarakat, seperti Wisata Dua Pulau, Pulau Sikantan, kolam renang, dan sejumlah objek wisata bahari lainnya.

Namun, kondisi jalan yang rusak membuat jumlah kunjungan wisatawan terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah pelaku usaha wisata bahkan terpaksa menghentikan operasional akibat sepinya pengunjung.
“Semakin rusak jalannya, semakin sedikit yang datang. Ada juga usaha yang akhirnya tutup. Kami berharap jalan ini cepat selesai supaya wisata dan ekonomi masyarakat bisa hidup lagi,” ujarnya.
Harapan serupa disampaikan warga Aek Nabara, Amodi Dumoli Tua Sihite. Ia menilai perbaikan jalan tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga menyangkut keselamatan dan akses layanan kesehatan masyarakat.
Menurut Amodi, kondisi jalan yang rusak selama ini sering menghambat warga yang membutuhkan penanganan medis darurat.

“Kami pernah kehilangan tetangga yang meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Memang itu takdir, tetapi jalan yang rusak membuat perjalanan menjadi lebih lama. Karena itu kami berharap pengerjaan jalan ini segera selesai,” katanya.

Pemerintah Provinsi Sumut di bawah kepemimpinan Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution dan Wakil Gubernur Surya saat ini menangani ruas Aek Nabara–Negeri Lama dan Negeri Lama–Tanjung Sarang Elang sepanjang 10 kilometer.

Kepala Seksi Jalan dan Jembatan UPTD Rantauprapat Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumut, Henri Syahrizal, mengatakan pekerjaan dibagi menjadi dua paket, yakni ruas Aek Nabara–Negeri Lama sepanjang 3 kilometer dan ruas Negeri Lama–Panai Hulu sepanjang 7 kilometer.

“Akhir tahun targetnya selesai. Kami juga memohon maaf kepada masyarakat apabila selama proses pengerjaan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan,” kata Henri Syahrizal.
Perbaikan jalan tersebut diharapkan mampu mengembalikan fungsi ruas ini sebagai jalur strategis penghubung tiga kecamatan, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, meningkatkan kunjungan wisata, serta mempermudah akses masyarakat terhadap pendidikan dan layanan kesehatan.

Jika proyek rampung sesuai target pada akhir 2026, masyarakat meyakini kawasan Bilah Hulu, Bilah Hilir, dan Panai Hulu akan memperoleh dampak ekonomi yang signifikan melalui meningkatnya mobilitas, investasi, dan aktivitas usaha masyarakat. (Reza)