Aroma Dendam 12 Tahun Silam Warnai Laga Amerika Serikat v Belgia, Tuntas atau Berlajut

redaksi
6 Jul 2026 13:23
Medan News 0 12
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Timnas Amerika Serikat bakal menghadapi ujian berat saat berjumpa Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Lumen Field, Seattle, Selasa (7/7/2026) WIB.
Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi USMNT untuk mengakhiri penantian panjang menuju perempat final Piala Dunia sekaligus membalas kekalahan menyakitkan yang mereka alami dari Belgia 12 tahun lalu.

Kenangan pahit itu terjadi pada babak 16 besar Piala Dunia 2014 di Brasil. Saat itu Amerika Serikat harus menyerah 1-2 setelah perpanjangan waktu dalam pertandingan yang dikenang berkat penampilan heroik kiper Tim Howard yang melakukan belasan penyelamatan. Namun upaya luar biasa tersebut tetap tidak mampu mencegah Belgia melaju ke babak berikutnya.

Kini kedua tim kembali dipertemukan di fase gugur dengan situasi yang berbeda. Amerika Serikat datang sebagai tuan rumah dan mendapat dukungan puluhan ribu suporter di Seattle. Skuad asuhan Mauricio Pochettino juga menunjukkan performa meyakinkan sepanjang turnamen.

USMNT melangkah ke babak 16 besar setelah mencatat kemenangan 4-1 atas Paraguay, Australia 2-0, dan Bosnia-Herzegovina 2-0. Hasil tersebut menunjukkan keseimbangan permainan mereka baik dalam menyerang maupun bertahan.

Kabar baik juga datang menjelang pertandingan. FIFA membatalkan hukuman kartu merah Folarin Balogun sehingga penyerang yang telah mencetak tiga gol sepanjang turnamen itu dapat kembali memperkuat lini depan Amerika Serikat.

Pochettino diperkirakan tetap menggunakan formasi 4-2-3-1 yang menjadi andalannya sepanjang turnamen. Matt Freese kemungkinan berada di bawah mistar gawang dengan Alex Freeman, Chris Richards, Tim Ream, dan Antonee Robinson mengisi lini belakang.

Di sektor tengah, Tyler Adams dan Malik Tillman diprediksi menjadi jangkar permainan. Sementara Christian Pulisic, Weston McKennie, dan Sergino Dest akan menopang Balogun sebagai ujung tombak.

Di kubu lawan, Belgia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah melakukan comeback spektakuler saat mengalahkan Senegal pada fase sebelumnya.

Sempat tertinggal dua gol, tim asuhan Rudi Garcia berhasil membalikkan keadaan melalui gol-gol Youri Tielemans dan Romelu Lukaku.
Meski demikian, performa lini belakang Belgia menjadi perhatian.

Dalam lima pertandingan terakhir, mereka kebobolan delapan gol. Kondisi tersebut bisa menjadi celah yang dimanfaatkan Amerika Serikat, terutama melalui kecepatan Pulisic dan pergerakan Balogun di area pertahanan lawan.

Belgia diperkirakan tetap mengandalkan pengalaman para pemain seniornya. Thibaut Courtois hampir pasti menjadi pilihan utama di bawah mistar. Lini tengah akan dipimpin Kevin De Bruyne dan Tielemans, sementara Jeremy Doku serta Leandro Trossard menjadi motor serangan dari sisi sayap.

Peran De Bruyne diprediksi kembali menjadi kunci permainan Belgia. Gelandang Manchester City itu masih menjadi kreator utama serangan timnya dengan visi dan kemampuan distribusi bola yang mampu membuka ruang bagi para penyerang.

Secara taktik, Amerika Serikat kemungkinan akan bermain agresif sejak awal laga dengan pressing tinggi untuk mengganggu aliran bola Belgia. Strategi tersebut juga bertujuan memanfaatkan dukungan sekitar 69 ribu penonton yang diperkirakan memadati Lumen Field.

Sebaliknya, Belgia diyakini akan lebih mengandalkan pengalaman dan ketenangan dalam menguasai pertandingan. Kecepatan Doku serta kreativitas De Bruyne bisa menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan tuan rumah.

Rekor pertemuan masih berpihak kepada Belgia. Dari tujuh pertemuan sebelumnya, Amerika Serikat hanya meraih satu kemenangan yang terjadi pada Piala Dunia 1930. Selebihnya, Belgia mendominasi dengan enam kemenangan, termasuk kemenangan dramatis pada Piala Dunia 2014.

Meski statistik lebih berpihak kepada Belgia, status tuan rumah membuat Amerika Serikat memiliki alasan untuk percaya diri. Dukungan penuh publik Seattle dan performa konsisten sepanjang turnamen menjadi modal penting bagi skuad Mauricio Pochettino.
Pemenang pertandingan ini akan menghadapi pemenang laga Spanyol melawan Portugal di babak perempat final. Bagi Amerika Serikat, kemenangan akan menjadi pencapaian bersejarah karena untuk pertama kalinya sejak 2002 mereka mampu menembus delapan besar Piala Dunia.

Sementara bagi Belgia, tiket perempat final akan semakin menegaskan status mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa dalam satu dekade terakhir. (Reza)