Yakopi Dan Pemprov Apresiasi Penggerak Pesisir Lewat Mangrove Heroes Awards 2026

redaksi
29 Jul 2026 14:30
Medan News 0 1
5 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id- Yayasan Konservasi Pesisir Indonesia (Yakopi), bersama pemerintah provinsi dan pemerintah desa di wilayah kerja menyelenggarakan Yakopi Mangrove Heroes Awards 2026 sebagai bagian dari peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026.

Penghargaan ini diberikan kepada pemerintah desa, kelompok restorasi, dan kelompok pemberdayaan masyarakat yang menunjukkan kerja nyata dalam menjaga ekosistem mangrove, memperkuat kelembagaan lokal, dan mengembangkan penghidupan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Mengusung tema “Honoring Conservation, Inspiring Generations, Restoring the Future”, rangkaian penghargaan menjangkau Sumatera Utara, Aceh, Kepulauan Riau, dan Riau. Kolaborasi tersebut dirancang untuk mempertemukan dukungan pemerintah dengan pengalaman masyarakat di tingkat tapak, sekaligus membuka ruang pembelajaran antardaerah agar praktik yang terbukti berjalan baik dapat dikenal dan dikembangkan lebih luas.

Penilaian dibagi dalam tiga kategori: Pendukung Terbaik Versi Pemerintah Desa, Kelompok Restorasi Terbaik, dan Kelompok Pemberdayaan Masyarakat Terbaik. Ketiganya mencerminkan unsur yang saling menguatkan dalam konservasi pesisir, yaitu kepemimpinan desa, konsistensi pemulihan ekosistem, dan kemampuan masyarakat membangun usaha yang tetap selaras dengan kelestarian mangrove.

Penerima penghargaan di empat provinsi yaitu Sumatera Utara – Pantai Merdeka, Desa Bagan Kuala, Serdang Bedagai. Kategori pendukung terbaik versi pemerintah desa diberikan kepada pemerintah Desa Hiligawolo. Kelompok bakau laut dari Desa Pekan Bandar Khalipah menerima penghargaan kelompok restorasi terbaik, sedangkan Kelompok Berkah Makmur dari Desa Pasar Rawa ditetapkan sebagai Kelompok Pemberdayaan Masyarakat Terbaik.

“Saya mengenal Yakopi sejak 2023 melalui sosialisasi program restorasi mangrove. Saya bangga dan bersyukur atas penghargaan ini karena merupakan hasil kerja keras seluruh kelompok. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga dan melestarikan mangrove,” kata Fedilina Baeha, Kepala Desa Hiligawolo.

“Hari ini merupakan satu langkah yang luar biasa dari sahabat kami NGO Yayasan Konservasi Pesisir Indonesia, yang telah melakukan agenda yang memperhatikan tokoh-tokoh masyarakat dalam hari ini dan telah melakukan kegiatan penanaman mangrove di 3 kabupaten yaitu di langkat, Serdang Bedagai, dan Nias,“ kata Heri W. Marpaung, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumatera Utara.

Untuk Aceh, lokasinya Desa Ceunamprong, Aceh Jaya. Pemerintah Desa Meunasah Asan menerima penghargaan pendukung terbaik versi pemerintah desa. Kelompok Tangar Lugu dari Desa Lugu terpilih sebagai kelompok restorasi terbaik, sementara Kelompok Lumina Food dari Desa Labuhan Bakti menjadi kelompok pemberdayaan masyarakat terbaik.

“Sebagai Kepala Desa Meunasah Asan, saya mengapresiasi Yakopi yang telah mendampingi masyarakat dalam upaya restorasi mangrove dan pemberdayaan ekonomi. Kolaborasi ini telah memberikan manfaat nyata bagi desa kami,” kata Baktiar, Kepala Desa Meunasah Asan Riau.

Penghargaan pendukung terbaik versi pemerintah desa diberikan kepada pemerintah desa Teluk Pambang, kelompok KTH Bakau Indah dari Desa Kuala Patah Parang menerima penghargaan kelompok restorasi terbaik, sedangkan kelompok basreng Udang Sepahat dari Desa Sepahat terpilih sebagai kelompok pemberdayaan masyarakat terbaik.

“Harapan saya selanjutnya adalah agar seluruh kelompok restorasi dan Yakopi terus berkolaborasi dan mempertahankan apa yang sudah tercapai saat ini dan terus dikembangkan agar capaian restorasi mangrove terus meluas sehingga bisa menyelamatkan wilayah pesisir terkhusus desa Teluk Pambang yang letaknya dipesisir yang langsung berhadapan dgn selat malaka,” kata Sariyono, S.IP, Kepala Desa Teluk Pambang.

” Harapan saya, semoga kelompok kami tetap kompak, terus berkembang, dan usaha basreng ini semakin maju sehingga dapat meningkatkan penghasilan anggota. Kami juga berharap Yakopi dapat terus memberikan perhatian, motivasi, dan dukungan agar usaha kecil seperti kelompok kami semakin berkembang,” kata Hafsah, Ketua Kelompok Basreng Udang Sepahat.

Di Kepulauan Riau berada di Pesisir Pantai Pulau Dompak, Kepulauan Riau
Penghargaan pendukung terbaik versi pemerintah desa diberikan kepada Pemerintah Desa Sawang Laut. Kelompok Sebayur dari Desa Marok Tua menerima penghargaan kelompok restorasi terbaik, sedangkan kelompok pengudang mangrove dari Desa Pengudang terpilih sebagai kelompok pemberdayaan masyarakat terbaik.

“Teruskan menanam mangrove bersama masyarakat pesisir untuk ekosistem yang semakin asri,” kata Jefrizal, Kepala Desa Sawang Laut. “Penanaman mangrove di pesisir pantai ini bukan sesuatu yang kecil, tapi sesuatu yang berdampak besar dalam rangka menyelamatkan dunia,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni.

Yakopi Mangrove Heroes Awards lahir dari pengalaman pendampingan masyarakat pesisir yang bekerja dalam kondisi dan tantangan yang berbeda. Di lapangan, kelompok restorasi tidak hanya menanam, tetapi juga memilih lokasi, merawat bibit, memantau pertumbuhan, menjaga partisipasi anggota, dan memastikan manfaat pemulihan dapat dirasakan oleh masyarakat serta desa.

“Yakopi Mangrove Heroes Awards dibangun untuk menghargai orang-orang dan kelompok yang menjaga mangrove melalui kerja sehari-hari. Penghargaan ini bukan sekadar menentukan siapa yang terbaik, tetapi membuka ruang agar praktik baik di desa dapat diakui, dipelajari, dan diperluas melalui dukungan pemerintah serta kolaborasi lintas pihak,” kata Meilinda Suriani Harefa, Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Pesisir Indonesia.

Keterlibatan pemerintah provinsi dan pemerintah desa menjadi bagian penting dari rangkaian penghargaan. Pemerintah memperkuat legitimasi, koordinasi, dan keberlanjutan inisiatif masyarakat, sedangkan kelompok lokal membawa pengetahuan tapak, pengalaman, serta kerja pemeliharaan yang menentukan keberhasilan pemulihan mangrove dalam jangka panjang.

Bagi Yakopi keberhasilan restorasi tidak cukup dinilai dari jumlah bibit yang ditanam. Kesesuaian lokasi, pemeliharaan, penguatan kelompok, keterlibatan masyarakat, serta dukungan kebijakan dan kelembagaan menentukan apakah mangrove dapat tumbuh dan terus dilindungi.

Yakopi menyampaikan terima kasih kepada pemerintah provinsi di Sumatera Utara, Aceh, Kepulauan Riau, dan Riau; pemerintah kabupaten/kota; pemerintah desa; kelompok restorasi; kelompok pemberdayaan masyarakat; tokoh lokal; perempuan; pemuda; nelayan; relawan; akademisi; media; dunia usaha; serta seluruh mitra yang telah mendukung pelaksanaan program.

“Atas nama Yakopi, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para kepala daerah, jajaran pemerintah, pemerintah desa, serta seluruh Masyarakat yang telah menjaga ruang kolaborasi ini. Terima kasih juga kami sampaikan kepada Masyarakat di wilayah kerja YAKOPI yang terus menanam, merawat dan melindungi serta memperjuangkan masa depan mangrove Indonesia,” kata Meilinda Suriani