Dorong Hilirisasi Kelapa, Bobby Siapkan Rumah Produksi di Nias Utara

redaksi
8 Agu 2026 12:17
Medan News 0 3
2 menit membaca

 

NIAS UTARA, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyiapkan pembangunan rumah produksi kelapa di Kabupaten Nias Utara sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan masyarakat setempat.

Rencana tersebut disampaikan Bobby saat kegiatan Sapa Daerah di Desa Lauru Fadoro, Kabupaten Nias Utara, Jumat (7/8/2026).

Rumah produksi kelapa itu akan dilengkapi berbagai fasilitas pengolahan, antara lain mesin produksi kopra, solar dryer, mesin pengupas batok, mesin pemilah, serta peralatan pendukung lainnya. Selain menghasilkan kopra, fasilitas tersebut juga akan dimanfaatkan untuk mengembangkan produksi arang batok kelapa.

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sumut, anggaran pembangunan rumah produksi kelapa tersebut mencapai Rp2 miliar dan direncanakan mulai dibangun tahun ini.

Bobby mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus meningkatkan perhatian terhadap pembangunan di Kepulauan Nias. Pada tahun 2026, Pemprov Sumut mengalokasikan anggaran hampir Rp500 miliar untuk berbagai program pembangunan di wilayah kepulauan tersebut.

“Untuk Kepulauan Nias sendiri tahun lalu kami anggarkan dari seluruh anggaran kami itu kurang lebih ada Rp250 miliar sampai Rp300 miliar. Tahun ini kami tingkatkan hampir menjadi Rp500 miliar untuk Kepulauan Nias,” kata Bobby.

Menurut Bobby, Pemprov Sumut telah menetapkan arah pembangunan Kepulauan Nias melalui tiga fokus utama, yakni sentra perekonomian, sentra produksi, dan pariwisata. Dalam skema tersebut, Nias Utara diproyeksikan menjadi salah satu sentra produksi.

Selain menyampaikan program pembangunan, Bobby juga menerima berbagai aspirasi masyarakat Desa Lauru Fadoro yang akan menjadi bahan tindak lanjut pemerintah provinsi.

Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu menyambut baik rencana pembangunan rumah produksi kelapa tersebut. Menurutnya, komoditas kelapa menjadi salah satu potensi terbesar yang dimiliki daerahnya selain sektor pariwisata.

“Nias Utara ini potensinya pariwisata dan kelapa. Lebih 30 kilometer dari sini kelapa semua. Tahun 2026 ini banyak program Pak Gubernur di Nias Utara, salah satunya rumah kelapa di desa ini dan pembangunan beberapa ruas jalan,” ujar Amizaro.

Warga Desa Lauru Fadoro, Bakti Adil Waruwu, mengaku terharu atas kunjungan Gubernur Sumut ke wilayahnya. Ia berharap perhatian pemerintah terhadap pengembangan sektor kelapa dan pariwisata di Nias Utara terus berlanjut.

“Kami terharu, 80 tahun merdeka baru ini kami bertemu Gubernur Sumatera Utara,” katanya. (Reza)