Mikel Merino merayakan golnya ke gawang Portugal. Spanyol melaju ke 8 besar dan akan berhadapan dengan Belgia.(HO/via Reuters)MEDAN, kaldera.id – Langkah Portugal di Piala Dunia 2026 terhenti secara dramatis. Satu gol telat dari Mikel Merino memupus mimpi Cristiano Ronaldo sekaligus mengantar Spanyol melaju ke perempat final usai menang tipis 1-0 dalam duel sengit babak 16 besar di AT&T Stadium, Dallas, Selasa (7/7 WIB).
Ironisnya, bukan pemain yang sejak awal menjadi pusat perhatian yang menentukan laga, melainkan Merino. Gelandang Spanyol itu baru masuk pada menit ke-85, tetapi hanya enam menit berselang ia menjadi pembeda. Berawal dari kombinasi cepat Ferran Torres di sisi kanan, Merino menyambar bola di depan gawang dan menaklukkan Diogo Costa pada menit ke-91. Gol tersebut membuat Portugal tak memiliki waktu untuk bangkit. Merino bikin Ronaldo merana di ajang piala dunia terakhirnya.
Selama lebih dari 90 menit, Portugal sebenarnya mampu bertahan disiplin. Diogo Costa tampil gemilang dengan menggagalkan sejumlah peluang emas Mikel Oyarzabal, Lamine Yamal, hingga Álex Baena. Namun tekanan tanpa henti Spanyol akhirnya menemukan celah pada detik-detik terakhir.
Bagi Cristiano Ronaldo, kekalahan ini terasa sangat menyakitkan. Di usia 41 tahun, laga tersebut diyakini menjadi penampilan terakhirnya di Piala Dunia. Sang megabintang gagal mencetak gol ketika timnya paling membutuhkan sosok pemimpin di lini depan. Ia sempat memperoleh peluang, tetapi penyelesaian akhirnya mampu digagalkan Unai Simón. Seusai peluit panjang berbunyi, Ronaldo meninggalkan lapangan dengan wajah penuh kekecewaan, menutup perjalanan enam edisi Piala Dunia yang penuh sejarah.
Secara statistik, Spanyol memang lebih layak menang. La Roja menguasai sekitar 55 persen penguasaan bola, melepaskan 15 tembakan dengan enam tepat sasaran. Portugal hanya mampu menciptakan 10 percobaan dan dua yang mengarah ke gawang. Dominasi itu menunjukkan bagaimana pasukan Luis de la Fuente lebih konsisten menekan sepanjang pertandingan.
Kekalahan Portugal juga kembali mengundang sorotan terhadap peran Ronaldo dalam tim. Dalam beberapa turnamen besar, ia kerap dinilai menjadi titik sentral serangan sehingga alur permainan Portugal sering bergantung kepadanya. Kritik serupa pernah mengemuka ketika statistik menunjukkan Portugal cenderung memaksakan distribusi bola kepada Ronaldo, yang membuat variasi serangan menjadi lebih terbaca lawan. Namun pada laga melawan Spanyol, masalah Portugal justru lebih kompleks: kreativitas di lini tengah meredup pada babak kedua, sementara pergantian pemain Spanyol menghasilkan dampak instan melalui Merino.
Pelatih Luis de la Fuente pantas mendapat kredit atas keberaniannya melakukan pergantian yang tepat waktu. Memasukkan Ferran Torres dan Merino terbukti menjadi keputusan emas. Ferran menjadi kreator, Merino menjadi eksekutor, sementara Portugal harus menerima kenyataan pahit bahwa pertahanan yang begitu solid selama 90 menit akhirnya runtuh hanya dalam satu momen. Kini Spanyol melangkah ke perempat final dengan kepercayaan diri tinggi dan akan menghadapi Belgia.(goal/tirto/frozi)