Charles De Ketelaere merayakan gol keduanya ke gawang Amerika Serika (USA). Belgia menang 1-4 dan melaju ke 8 besar Piala Dunia 2026 untuk menghadapi Spanyol.(HO/via nbcnews)MEDAN, kaldera.id – Mimpi Amerika Serikat (USA) melangkah jauh di Piala Dunia 2026 di depan publik sendiri berakhir tragis. Belgia tampil luar biasa untuk menghancurkan tuan rumah dengan skor telak 4-1 pada babak 16 besar, Selasa (7/7/2026) WIB.
Kemenangan meyakinkan itu sekaligus membuat berbagai upaya yang mengiringi laga tersebut, termasuk kontroversi yang melibatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, tidak berarti apa pun di atas lapangan.
Sebelum pertandingan, keputusan FIFA mencabut sanksi larangan bermain Folarin Balogun memicu perdebatan luas. Balogun yang sebelumnya mendapat kartu merah akhirnya diizinkan tampil setelah proses banding yang disebut-sebut mendapat perhatian hingga tingkat politik. Namun, kehadiran sang penyerang sama sekali tidak mampu mengubah nasib Amerika Serikat.
Belgia justru tampil sangat berbeda dibandingkan penampilannya di fase sebelumnya. Tim asuhan Rudi Garcia bermain agresif, disiplin, dan efektif dalam memanfaatkan setiap kesalahan lawan.
Bintang kemenangan Belgia adalah Charles De Ketelaere. Gelandang serang itu mencetak dua gol sekaligus memberikan satu assist, menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Amerika Serikat sejak menit-menit awal pertandingan.
Amerika Serikat sempat membalas melalui tendangan bebas Malik Tillman yang membuat skor menjadi 1-1. Namun harapan tersebut hanya bertahan sebentar. Belgia kembali unggul hanya beberapa menit kemudian sebelum memperlebar keunggulan pada babak kedua setelah kesalahan fatal penjaga gawang Matt Freese. Romelu Lukaku kemudian menutup pesta gol Belgia lewat gol pada masa injury time sehingga laga berakhir 4-1.
Kekalahan ini memperlihatkan rapuhnya pertahanan Amerika Serikat. Sejumlah pemain kunci tampil jauh di bawah ekspektasi.
Kapten Christian Pulisic gagal memberikan pengaruh besar sebelum akhirnya mengalami cedera dan ditarik keluar lapangan. Sergiño Dest juga kesulitan meredam serangan Belgia dari sisi sayap, sementara Matt Freese menjadi sorotan akibat blunder yang berujung gol ketiga Belgia.
Pelatih Mauricio Pochettino mengakui timnya gagal menemukan ritme permainan sejak awal pertandingan dan harus membayar mahal setiap kesalahan yang dilakukan para pemainnya.
Bagi Belgia, kemenangan ini menjadi bukti bahwa mereka masih layak diperhitungkan sebagai salah satu kandidat kuat juara dunia. Setelah sempat diragukan karena performa yang tidak konsisten pada fase sebelumnya, The Red Devils justru menunjukkan permainan paling komplet mereka saat menghadapi tuan rumah.
Hasil tersebut mengantarkan Belgia melaju ke babak perempat final untuk menghadapi Spanyol dalam laga yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling bergengsi di turnamen ini. Sementara itu, perjalanan Amerika Serikat sebagai tuan rumah harus berakhir dengan kekecewaan di babak 16 besar, mengulang kegagalan mereka menembus fase delapan besar Piala Dunia.(goal/frozi/red)