Ade Taufiq
MEDAN, kaldera.id – Komisi 2 DPRD Medan menyoroti kinerja manajemen RSUD Bachtiar Djafar yang dinilai belum mampu memberikan pelayanan optimal.
Rumah sakit tersebut diketahui kekurangan dokter spesialis, fasilitas minim, dan sarana tidak memadai.
Anggota DPRD Medan Ade Taufiq mempertanyakan kemampuan Dirut M Muklis dalam mengelola rumah sakit milik Pemko Medan itu.
“Manajemen harus profesional. Dirut wajib petakan kelemahan dan segera cari solusi,” tegas Ade dalam rapat evaluasi triwulan I di DPRD Medan, Selasa (24/4/2026).
Dalam rapat terungkap sejumlah persoalan mendasar, mulai dari minim tenaga medis, tidak berfungsinya kamar operasi, hingga gangguan listrik.
Kondisi ini membuat pelayanan kepada masyarakat, khususnya di Medan Utara, tidak berjalan maksimal.
Tingkat keterisian tempat tidur (BOR) juga rendah, hanya sekitar 40 persen dari total 100 tempat tidur.
Sementara klaim BPJS tercatat sekitar Rp5 miliar sepanjang tahun lalu.
DPRD menilai rendahnya BOR menunjukkan lemahnya daya saing rumah sakit dibandingkan RS swasta di sekitar Medan Utara.
Manajemen diminta segera melakukan pembenahan menyeluruh, baik dari sisi SDM maupun sarana prasarana.
Menanggapi kritik tersebut, Muklis menyatakan akan berupaya maksimal memperbaiki kinerja dan berharap dukungan DPRD Medan untuk pembenahan ke depan. (Reza)