Masih Mengandalkan Sihir Messi, Argentina Bidik Gelar Back to Back di Piala Dunia 2026

redaksi
9 Jun 2026 18:05
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Timnas Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan status yang tidak dimiliki peserta lain, yakni sebagai juara bertahan. Namun pertanyaan besar mulai mengemuka menjelang turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu: apakah Lionel Messi masih mampu menjadi pembeda bagi Albiceleste di usia yang menginjak 39 tahun?

Argentina tergabung di Grup J bersama Austria, Yordania, dan Aljazair. Di atas kertas, pasukan Lionel Scaloni menjadi favorit kuat untuk lolos ke babak 16 besar bahkan berstatus juara grup.

Scaloni membawa 26 pemain ke turnamen tersebut dengan komposisi yang relatif stabil. Sebanyak 17 pemain merupakan bagian dari skuad yang sukses mengangkat trofi Piala Dunia 2022 di Qatar. Kombinasi pengalaman dan regenerasi menjadi senjata utama Argentina dalam upaya mempertahankan gelar.

Di bawah mistar, Argentina masih mengandalkan Emiliano Martinez yang tampil konsisten dalam beberapa turnamen besar. Sementara di lini belakang terdapat Cristian Romero, Lisandro Martinez, Nicolas Otamendi, Nahuel Molina, hingga Gonzalo Montiel yang dikenal memiliki karakter bermain keras dan disiplin.

Kekuatan terbesar Argentina justru berada di lini tengah. Trio Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, dan Alexis Mac Allister menjadi motor permainan yang mampu mengontrol tempo sekaligus menjadi penghubung antara pertahanan dan serangan.

Di lini depan, Scaloni memiliki banyak opsi berbahaya. Selain Messi, terdapat Lautaro Martinez, Julian Alvarez, Nicolas Gonzalez, dan Thiago Almada yang siap menjadi pembeda dalam setiap pertandingan.

Secara taktik, Argentina diperkirakan tetap memainkan formasi 4-3-3 atau 4-4-2 fleksibel yang selama ini menjadi ciri khas Scaloni. Pola permainan cepat dengan penguasaan bola tinggi, transisi agresif, serta kemampuan menyerang dari berbagai sisi lapangan menjadi kekuatan utama Albiceleste.

Meski Messi masih menjadi ikon sekaligus kapten tim, ketergantungan Argentina terhadap peraih delapan Ballon d’Or itu tidak sebesar empat tahun lalu. Scaloni telah berhasil membangun tim yang mampu menang tanpa harus selalu menunggu aksi individu Messi.

Dalam turnamen kali ini, Lautaro Martinez berpeluang menjadi bintang baru Argentina. Striker Inter Milan tersebut tengah berada dalam usia emas dan memiliki naluri gol yang sangat tajam. Selain Lautaro, Julian Alvarez juga diprediksi menjadi salah satu pemain paling berpengaruh berkat mobilitas tinggi dan kemampuannya membuka ruang.

Di lini tengah, Alexis Mac Allister berpotensi menjadi pemain yang paling bersinar. Gelandang Liverpool itu tampil konsisten dalam dua musim terakhir dan menjadi sosok penting dalam menjaga keseimbangan permainan Argentina.

Dari sisi peluang, Argentina tetap masuk dalam daftar kandidat juara bersama Spanyol, Prancis, Inggris, Brasil, dan Jerman. Pengalaman menjadi juara dunia, kedalaman skuad, serta stabilitas tim membuat mereka sulit diabaikan.

Namun mempertahankan gelar juara dunia bukan perkara mudah. Dalam sejarah modern, belum ada tim yang mampu meraih dua gelar Piala Dunia secara beruntun sejak Brasil melakukannya pada 1958 dan 1962.

Meski demikian, Argentina memiliki modal kuat untuk kembali melangkah jauh. Jika Messi mampu menjaga kebugaran dan pemain-pemain muda tampil konsisten, Albiceleste berpeluang besar mencapai semifinal dan membuka peluang menciptakan sejarah sebagai juara dunia berturut-turut.

Kini, harapan publik Argentina tidak lagi hanya bertumpu pada sihir Lionel Messi. Generasi baru yang dipimpin Lautaro Martinez, Julian Alvarez, Enzo Fernandez, dan Alexis Mac Allister siap mengambil peran untuk menjaga kejayaan sang juara bertahan di panggung terbesar sepak bola dunia.  (Reza)