Pemprov Sumut Inisiasi Forum Antarprovinsi, Percepat Pertumbuhan Sumatera

redaksi
12 Agu 2026 18:21
Medan News 0 6
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong penguatan kerja sama antarprovinsi di Pulau Sumatera guna mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan, meningkatkan konektivitas, dan memperkuat daya saing regional.

Komitmen tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap saat mewakili Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution membuka Rapat Koordinasi Kerja Sama Antar Daerah se-Sumatera di Hotel Santika Dyandra Medan, Rabu (12/8/2026).

Dalam forum yang mengusung tema Memperkuat Kolaborasi dan Mendorong Pertumbuhan Kawasan itu, Sulaiman menegaskan pembangunan Sumatera tidak dapat dilakukan secara parsial berdasarkan batas administrasi wilayah, melainkan harus dibangun melalui kolaborasi antardaerah yang saling terhubung.

Menurutnya, Pulau Sumatera saat ini menjadi salah satu motor utama perekonomian nasional. Pada 2025, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera mencapai Rp5.251 triliun atau berkontribusi 22,05 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,81 persen.

Sementara pada Semester I 2026, perekonomian Sumatera tumbuh 5,10 persen dengan nilai PDRB mencapai sekitar Rp2.812,6 triliun atau setara 22,08 persen dari perekonomian nasional.

“Kekuatan itu akan jauh lebih besar ketika kita mampu menghubungkan sentra produksi, kawasan industri, sumber daya energi, pelabuhan, destinasi wisata, perdagangan, dan pasar dalam satu ekosistem pertumbuhan yang terintegrasi,” kata Sulaiman.

Ia menjelaskan berbagai isu strategis di Sumatera, mulai dari perdagangan, investasi, konektivitas, digitalisasi, pengembangan komoditas unggulan, lingkungan hidup hingga penguatan sumber daya manusia merupakan persoalan lintas wilayah yang membutuhkan kolaborasi antarpemerintah daerah.

Menurutnya, rantai pasok industri, investasi, hingga sektor pariwisata tidak mengenal batas administrasi provinsi sehingga diperlukan sinergi yang lebih kuat untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sulaiman mengatakan pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut Konsultasi Regional PDRB yang digelar pada Oktober 2025 dan menghasilkan kesepakatan bersama bertajuk Mufakat Tanah Deli sebagai komitmen memperkuat kerja sama pembangunan antarprovinsi di Sumatera.

Selain itu, Sumatera Utara juga dipercaya sebagai koordinator daerah dalam kerja sama ekonomi subregional Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.

Karena itu, Pemprov Sumut berharap rakor tersebut menghasilkan langkah konkret berupa pembentukan forum koordinasi antarpemerintah daerah se-Sumatera, penetapan sektor prioritas yang membutuhkan kerja sama lintas provinsi, serta penyusunan proyek-proyek strategis regional yang dapat dikawal bersama.

“Saya berharap pertemuan ini menghasilkan kesepakatan nyata yang mampu mempercepat pertumbuhan kawasan dan memperkuat posisi Sumatera dalam perekonomian nasional maupun regional,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sumut Dikky Anugerah mengatakan rakor tersebut menjadi momentum untuk menyatukan berbagai potensi yang dimiliki masing-masing provinsi.

Menurutnya, kolaborasi antardaerah harus diwujudkan dalam program dan proyek konkret sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Pulau Sumatera. (Reza)